Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laba bersih PT PP Tbk (PTPP) naik kala pendapatan usahanya turun pada sembilan bulan pertama tahun 2026.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan usaha PTPP tercatat Rp 9,37 triliun per September 2026. Ini turun 12,69% secara tahunan dari Rp 10,73 triliun per September 2025.
Secara rinci, segmen jasa konstruksi menyumbang pendapatan mayoritas, yaitu Rp 7,87 triliun. Lalu, segmen properti dan realty berkontribusi Rp 644,30 miliar, jasa pertambangan Rp 255,50 miliar, EPC Rp 237,83 miliar, dan pendapatan keuangan atas konstruksi aset keuangan konsesi Rp 195,45 miliar.
Baca Juga: Ekspansi ke Bisnis Avtur Changi dan Kantongi Kas Jumbo, Begini Prospek Saham TPIA
Kemudian, segmen persewaan peralatan menyumbang Rp 65,08 miliar, jalan tol Rp 55,91 miliar, energi Rp 39,91 miliar, dan pracetak Rp 548,37 juta.
Beban pokok pendapatan sebesar Rp 8,2 triliun per September 2026, turun dari Rp 9,12 triliun di periode sama tahun lalu.
Laba kotor pun tercatat Rp 1,16 triliun per kuartal III 2026, turun 27,61% YoY dari Rp 1,61 triliun.
Beban usaha dan beban keuangan masing-masing turun ke Rp 550,98 miliar dan Rp 1,3 triliun. Sementara, beban lainnya dan beban pajak final naik masing-masing ke Rp 1,12 triliun dan Rp 281,09 miliar.
Pos selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan tercatat Rp 57,88 miliar per September 2026, naik dari Rp 25,94 miliar di periode sama tahun lalu.
PTPP pun mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih menjadi Rp 259,96 miliar per kuartal III 2026, naik 4.576,34% YoY dari Rp 5,55 miliar.
Baca Juga: Kinerja Investasi Emas Mengungguli Instrumen Investasi Lain, Apa Pemicunya?
Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar menjadi Rp 42 per September 2026, naik dari Rp 1 di periode sama tahun lalu.
Per 30 September 2026, PTPP punya jumlah aset Rp 43,08 triliun. Ini naik dari Rp 42,98 triliun per 31 Desember 2025.
Jumlah liabilitas perseroan sebesar Rp 38,71 triliun di akhir September 2026, naik tipis dari Rp 38,67 triliun di akhir Desember 2025. Sementara, jumlah ekuitas tercatat Rp 4,36 triliun per akhir September 2026, naik dari Rp 4,30 triliun di akhir tahun 2025.
PTPP memiliki kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp 1,78 triliun di akhir September 2026, turun dari Rp 2,69 triliun di periode sama tahun lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














