kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45937,48   9,13   0.98%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Laba Diprediksi Naik, Begini Prospek Saham Summarecon Agung (SMRA)


Selasa, 07 Maret 2023 / 19:02 WIB
Laba Diprediksi Naik, Begini Prospek Saham Summarecon Agung (SMRA)
ILUSTRASI. Prospek saham SMRA disokong oleh proyeksi kenaikan penjualan dan laba bersih SMRA di tahun ini.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) di tahun 2023 diprediksi positif. Prospek saham SMRA disokong oleh proyeksi kenaikan penjualan dan laba bersih SMRA di tahun ini.

Analis UOB KayHian Limartha Adhiputra mengatakan, pihaknya mengestimasi laba bersih SMRA 2022 sebesar Rp 509 miliar, naik 57,3% YoY dibandingkan laba bersih 2021 sebesar Rp 324 miliar. Sementara, untuk kuartal keempat 2022, laba bersih SMRA diperkirakan Rp 200 miliar, meningkat 30,2% YoY dan 262,3% QoQ.

“Pertumbuhan pendapatan YoY di tahun 2022 disebabkan oleh kenaikan penjualan yang lebih tinggi di kuartal keempat 2022,” ujarnya dalam riset UOB KayHian tertanggal 16 Februari 2023.

Limartha menuturkan, pihaknya juga memproyeksikan pendapatan SMRA secara QoQ bisa lebih tinggi akibat pendapatan pengembangan yang lebih tinggi di kuartal keempat 2022, yaitu menjadi Rp 4,95 triliun.

“Kami juga memperkirakan margin laba bersih SMRA 2022 akan meningkat menjadi 8,5% karena pemulihan margin dari segmen properti investasi,” tutur dia.

Baca Juga: Industri Properti Mulai Pulih, Cermati Prospek Summarecon Agung (SMRA)

Untuk tahun 2023, penjualan SMRA diprediksi dapat naik 1,1% menjadi Rp 5 triliun dari tahun 2022. Menurut Limartha, kenaikan pendapatan Summarecon disebabkan oleh kenaikan suku bunga yang diprediksi melambat pada tahun 2023.

Suku bunga Amerika Serikat (AS) diperkirakan mencapai puncaknya di 5,25%-5,5% pada pertengahan 2023 karena inflasi menjadi lebih ringan. Kondisi itu dapat diikuti oleh penurunan suku bunga di semester kedua 2023.

“Oleh karena itu, kami memprediksi BI juga menjadi kurang agresif dan berhenti menaikkan benchmark 7-Day Reverse Repo Rate (7DRRR) di 5,75% - 6,00%,” ungkap dia.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Emiten Pengelola Pusat Perbelanjaan Bisa Lebih Bergairah

Limarta memprediksi, laba bersih SMRA di tahun 2023 berpotensi naik 19,9% menjadi Rp 611 miliar dengan margin bersih 9,7%. Kenaikan di tahun 2023 didorong oleh pembukaan dua mal baru di tahun 2023, yaitu Summarecon Villagio Jakarta Luxury di kuartal III 2023 dan Summarecon Mal Bandung di kuartal keempat 2023.

“Kami perkirakan pendapatan mal SMRA tumbuh 10% yoy menjadi Rp1,47 triliun di 2023 dan berkontribusi sekitar 34,8% terhadap pendapatan 2023 ,” ujarnya.

Limartha merekomendasikan buy untuk saham SMRA dengan target harga Rp 900 per saham.

“Ekspektasi kenaikan suku bunga di tahun 2023 yang didukung oleh pertumbuhan laba dapat mendorong kenaikan harga saham SMRA di tahun 2023,” pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×