kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45923,49   -7,86   -0.84%
  • EMAS1.319.000 -0,08%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Laba Bersih Turun di 2022, Begini Prospek Unilever (UNVR) Menurut Analis


Kamis, 09 Februari 2023 / 20:06 WIB
Laba Bersih Turun di 2022, Begini Prospek Unilever (UNVR) Menurut Analis
ILUSTRASI. prospek unilever (UNVR)


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan penurunan laba bersih sepanjang 2022. Emiten consumer goods ini mencetak laba bersih Rp 5,36 triliun atau turun 6,78% secara tahunan (YoY).

Analis Pilarmas Investindo Desy Israhyanti menilai penurunan laba bersih UNVR tak lepas dari kenaikan COGS yang bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatannya yang terbatas.

"Kami lihat kenaikan COGS juga terimbas dari kenaikan harga komoditas seperti CPO dan BBM," ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (9/2).

Lanjutnya, padahal jika dilihat lebih jauh UNVR juga sudah melakukan efisiensi dari sisi beban GA serta beban keuangan di tengah kenaikan suku bunga. "Namun, kalau kami lihat tren kinerja UNVR baik dari sisi top line sejak 2019, sekarang ini sudah mulai landai atau terlihat perbaikan meskipun dari bottom line trennya melambat," terangnya.

Untuk tahun ini, Desy berpandangan kinerja UNVR masih akan menantang. Tantangan pun masih akan berasal dari kenaikan bahan baku dan beban marketing yang masih terus digencarkan.

Namun, diprediksi akan lebih landai sebagaimana daya beli masyarakat sudah menunjukkan peningkatan. Desy juga meyakini UNVR akan lebih gencar dalam melakukan efisiensi dan pengelolaan solvabilitas di tahun ini.

Baca Juga: PT Unilever Indonesia Tbk Catatkan Pertumbuhan Penjualan 4,2% di Tahun 2022

"Kami memandang bahwa dalam hal ini, kebijakan, strategi dan kemampuan manajemen bisa memberikan optimisme terhadap kinerja," sambungnya.

Senior Investment Informasi Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji juga memperkirakan UNVR masih akan mengalami beberapa tantangan. Dari sisi makro, pertumbuhan ekonomi tahun ini akan melambat dibandingkan tahun lalu.

"Tahun 2022 diprediksi hasilnya 5,31%, sementara tahun ini ekonom kami memproyeksikan di 4,88%," terangnya.

Hanya saja, Nafan berpendapat UNVR masih berpeluang menggenjot kinerjanya tahun ini apabila perseroan terus melakukan inovasi produk. Apalagi, dalam waktu dekat juga akan ada event Ramadhan dan juga tahun ini politikus akan mulai berkampanye menyambut Pemilihan Umum tahun depan sehingga ada peluang daya beli akan menguat.

"Oleh sebab itu, UNVR harus melakukan inovasi produk sehingga bisa mendorong peningkatan penjualan," katanya.

Sebelumnya, Presiden Direktur UNVR Ira Noviarti menyebutkan UNVR meningkatkan belanja media, meluncurkan beragam inovasi baru, melakukan pengembangan pasar untuk merekrut lebih banyak konsumen dan meningkatkan konsumsi.

 

Investasi belanja iklan UNVR pada 2022 meningkat lebih dari 30% jika dibandingkan dengan 2021 yang berada di angka Rp 2,18 triliun dan Rp 1,73 triliun untuk promosi.

Hal tersebut menyebabkan beban pemasaran dan penjualan turut membengkak 7,45% YoY menjadi Rp 8,45 triliun. Namun kenaikan itu mayoritas disebabkan oleh melesatnya beban iklan dan riset yang mencapai 39,33% YoY menjadi Rp 3,04 triliun.

Dengan berbagai hal tersebut, Nafan pun merekomendasikan accumulate. Sebab, secara teknikal pergerakan harga saham UNVR masih dalam fase bullish consolidation dengan support terdekat di Rp 4.800 dan target harga saham secara upside di level Rp 5.175. Sementara Desy merekomendasikan beli dengan target harga Rp 4.875 - Rp 5.100.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×