kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Kinerja Emas & Nikel Menguat, Merdeka Copper (MDKA) Kembali Cetak Laba US$ 102 Juta


Sabtu, 26 September 2026 / 12:56 WIB
Kinerja Emas & Nikel Menguat, Merdeka Copper (MDKA) Kembali Cetak Laba US$ 102 Juta
ILUSTRASI. Merdeka Copper Gold (MDKA) berbalik cetak laba US$ 102 juta dengan pendapatan konsolidasian naik 64% jadi US$ 1,40 miliar di semester I-2026 (DOK/MDKA)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membukukan perbaikan kinerja pada semester I 2026. MDKA berhasil membalikkan posisi dari rugi menjadi laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, seiring dengan penguatan bisnis nikel dan emas.

Pada semester I 2026, MDKA mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 102 juta. Capaian tersebut berbalik dari rugi US$ 16 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan konsolidasian MDKA juga meningkat 64% secara tahunan menjadi US$ 1,40 miliar dari US$ 855 juta pada semester I 2025. Sementara itu, EBITDA melonjak 191% menjadi US$ 512 juta dibandingkan US$ 176 juta pada periode Januari-Juni 2025.

Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Albert Saputro mengatakan, perbaikan kinerja tersebut mencerminkan penguatan profitabilitas di sejumlah portofolio operasi Perseroan, terutama bisnis nikel dan emas.

Baca Juga: Kerja Sama dengan Freeport Perkuat Pasokan, Ini Rekomendasi Saham Hartadinata (HRTA)

“Kinerja semester I 2026 mencerminkan penguatan profitabilitas di seluruh portofolio operasi Merdeka, didukung oleh peningkatan kinerja bisnis nikel dan emas. Pada saat yang sama, EMAS masih menjalani fase peningkatan produksi, dengan produksi yang diperkirakan akan lebih besar pada semester kedua tahun ini. Fokus kami tetap pada eksekusi yang disiplin, efisiensi operasional, serta kemajuan proyek-proyek pertumbuhan utama Grup untuk memperkuat penciptaan nilai jangka panjang,” ujar Albert dalam keterangan resmi, Sabtu (26/9/2026).

Bisnis nikel masih menjadi salah satu penopang utama kinerja MDKA melalui PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Kontribusi MBMA terhadap EBITDA MDKA pada semester I-2026 didukung oleh peningkatan volume penjualan dan harga bijih nikel, serta kontribusi dari produk High-Grade Nickel Matte (HGNM), Nickel Pig Iron (NPI), dan asam.

Dari sisi operasional, MBMA memproduksi 15,2 juta wet metric tonnes (wmt) bijih nikel sepanjang semester I 2026. Produksi tersebut meningkat 121% secara tahunan. Sementara itu, penjualan bijih nikel naik 60% menjadi 12,4 juta wmt.

Peningkatan produksi dan penjualan bijih nikel tersebut didukung oleh utilisasi peralatan yang lebih tinggi, efisiensi pengangkutan, serta peningkatan produktivitas dari area tambang utama.

Kinerja pengolahan nikel juga menunjukkan pertumbuhan. Produksi dan penjualan NPI masing-masing meningkat 20% secara tahunan seiring dengan operasi smelter yang lebih stabil. Sementara itu, produksi HGNM meningkat lebih dari dua kali lipat dan penjualannya tumbuh 72%.

Di bisnis emas, produksi Grup Merdeka meningkat 32% secara tahunan menjadi 66.814 ons pada semester I 2026. Tambang Emas Tujuh Bukit masih menjadi kontributor utama dengan produksi 49.402 ons.

 

Sementara itu, Tambang Emas Pani yang mulai beroperasi pada tahun ini telah menyumbang produksi sebesar 17.412 ons. Total penjualan emas Grup Merdeka juga meningkat 3% menjadi 61.561 ons.

Kontribusi bisnis emas diperkirakan semakin meningkat pada semester II 2026 seiring dengan peningkatan produksi Tambang Emas Pani. Kenaikan tersebut didukung oleh peningkatan laju penambangan, volume stacking, serta tingkat perolehan emas setelah peningkatan produksi operasi heap leach.

Di tengah penguatan kinerja operasional, MDKA masih melanjutkan sejumlah proyek strategis. Proyek Tembaga Tujuh Bukit telah memasuki tahap feasibility study, sementara Tambang Emas Pani terus meningkatkan produksi sekaligus mengembangkan proyek Carbon-in-Leach (CIL).

Pada bisnis material baterai, PT ESG New Energy Material melanjutkan peningkatan produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Sementara itu, PT Sulawesi Nickel Cobalt terus mengembangkan proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) yang ditargetkan memasuki tahap produksi pada semester II 2026.

Baca Juga: Sinar Mas Agro (SMAR) Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Rp 958 Miliar

Untuk sisa tahun ini, MDKA masih menghadapi sejumlah faktor eksternal yang dapat memengaruhi kinerja, termasuk pergerakan harga komoditas, biaya bahan bakar dan energi, nilai tukar, serta perubahan regulasi.

Perseroan menyatakan akan tetap berfokus pada pencapaian target produksi, pengendalian biaya, dan alokasi modal secara terukur, seiring dengan berjalannya kegiatan operasional dan pengembangan proyek-proyek pertumbuhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×