Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Dikky Setiawan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten Grup Lippo, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat pertumbuhan laba di tengah penurunan pendapatan pada tahun 2024.
Di sepanjang tahun lalu, LPKR mencetak laba bersih sebesar Rp 18,76 triliun di tahun 2024. Angka ini melonjak tinggi ribuan persen dari laba bersih tahun 2023 yang sebesar Rp 50,14 miliar.
Group CEO Lippo Indonesia John Riady mengatakan, sebagian besar laba itu didorong oleh kinerja yang solid di segmen bisnis inti serta manfaat dari inisiatif deleveraging strategis.
Tahun lalu, LPKR membukukan pendapatan Rp 11,50 triliun. Angka itu justru turun 31,70% dari Rp 16,84 triliun di tahun 2023.
Salah satu pos yang mengalami peningkatan pesat tahun lalu adalah pos penghasilan lainnya. LPKR mencatatkan penghasilan lainnya Rp 1,23 triliun di tahun 2023, lalu naik menjadi Rp 21,59 triliun di 2024. Ini yang menyebabkan laba bersih LPKR terbang tahun lalu.
Baca Juga: Lippo Karawaci (LPKR) Incar Marketing Sales Rp 6,25 Triliun
Pada tahun 2024, ada tiga segmen bisnis utama LPKR. Yaitu, real estate, layanan kesehatan, dan segmen gaya hidup.
Di segmen real estate, pendapatan LPKR meningkat 15% secara tahunan alias year on year (YoY) menjadi Rp 5,06 triliun.
“Ini didukung oleh serah terima unit hunian dan komersial tepat waktu, penjualan tanah strategis, serta permintaan yang terus berlanjut untuk lahan makam di San Diego Hills,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (28/3).
EBITDA LPKR tercatat stabil pada kisaran Rp 1,1 triliun. Kata John, itu mencerminkan manajemen biaya yang efisien dan pelaksanaan operasional yang efektif.
Selain itu, pendapatan prapenjualan alias marketing sales tercatat sebesar Rp 6,01 triliun tahun lalu, melebihi target tahunan sebesar 12%.
Penjualan rumah tapak
Pencapaian marketing sales itu menegaskan permintaan pasar yang kuat terhadap rumah tapak dengan harga yang terjangkau. Proyek Cendana Homes, XYZ Livin, dan Waterfront Uptown tercatat mendominasi penjualan.
“Peluncuran hunian terbaru, termasuk Zen Series, Cendana Suites, dan Blackslate Series di Park Serpong, serta XQ Livin di Lippo Cikarang Cosmopolis, turut berkontribusi pada peningkatan volume dan harga,” katanya.
Pada November 2024, LPKR mulai melakukan serah terima fase pertama Park Serpong, yang mencerminkan komitmen kuat Perusahaan dalam memenuhi kepuasan pelanggan dan penyerahan proyek tepat waktu.
“Pembangunan ini diselesaikan lebih cepat dari jadwal yang dijanjikan, yakni dalam waktu kurang dari 18 bulan,” paparnya.
Di segmen layanan kesehatan, lini ini dijalankan oleh anak usaha PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO).
Jumlah pasien rawat inap meningkat 8% YoY menjadi 326.030, jumlah hari rawat inap 7% YoY menjadi 1.007.479. Kunjungan rawat jalan juga naik 7% YoY, melampaui 4 juta kunjungan.
“Pada tahun 2024, SILO mengoperasikan 4.133 tempat tidur dengan tingkat hunian mencapai 66,6%, naik 2% dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Baca Juga: Anak Usaha Lippo Karawaci (LPKR) Transaksi Tanah Rp 18,3 Miliar dengan Siloam (SILO)
Setelah melakukan divestasi sebagian sahamnya, LPKR kini memegang 29,09% saham di SILO. Sejak Juni 2024, LPKR telah mendekonsolidasikan kinerja keuangan SILO dan kini melaporkan kinerja tersebut sebagai investasi pada asosiasi dalam laporan keuangannya.
Di segmen gaya hidup, terdiri dari bisnis mal dan hotel. Pendapatan di segmen ini tercatat Rp 1,4 triliun pada tahun lalu. Laba kotor segmen gaya hidup meningkat 13% yoy menjadi Rp 967 miliar dan EBITDA tumbuh 34% yoy menjadi Rp 387 miliar.
Dalam hal kinerja operasional, tarif rata-rata kamar hotel pada tahun 2024 meningkat 7% yoy tmenjadi Rp624 ribu, dan tingkat hunian rata-rata telah stabil di 69%.
“Selain itu, jumlah pengunjung mal rata-rata meningkat 5% YoY menjadi 10,5 juta pengunjung pada tahun lalu,” tuturnya.
John menegaskan, fokus pada perbaikan operasional, disiplin keuangan, dan penciptaan nilai kepada pelanggan telah berhasil terwujud menjadi kinerja yang solid di seluruh bisnis properti, perawatan kesehatan, maupun gaya hidup.
“Kami tetap berkomitmen pada pertumbuhan yang berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentigan kami,” ujarnya.
Selanjutnya: Bank Tabungan Negara (BBTN) Putuskan Bagikan Dividen Sebesar Rp 751,8 Miliar
Menarik Dibaca: Kumpulan Twibbon World Bipolar Day 2025 dan Sejarah Tentang Peringatan Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News