kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Laba Bersih Chandra Asri (TPIA) Melonjak 3 Kali Lipat Sepanjang 2021


Selasa, 15 Maret 2022 / 09:57 WIB
ILUSTRASI. Pabrik Chandra Asri di Cilegon.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) berhasil membukukan kinerja moncer sepanjang 2021. Emiten produksi bahan petrokimia ini membukukan laba bersih senilai US$ 152,12 juta.

Realisasi laba bersih itu melonjak 196,23% dari laba bersih tahun 2020 yang hanya US$ 51,35 juta. Artinya, laba bersih TPIA melonjak hampir 3 kali lipat.

Bersamaan, pendapatan TPIA juga mengalami kenaikan. Anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini membukukan pendapatan senilai US$ 2,58 miliar atau naik 43% dari realisasi pendapatan tahun 2020 yang hanya US$ 1,80 miliar.

Secara rinci, pendapatan TPIA didominasi oleh penjualan ke pasar lokal, yakni mencapai US$ 2,00 miliar. Angka ini terdiri atas penjualan Polyolefin senilai US$ 1,46 miliar, styrene monomer senilai US$ 266,55 juta, olefin senilai US$ 160,16 juta, dan butadiene senilai US$ 109,54 juta.

Baca Juga: Chandra Asri (TPIA) Rampungkan Penawaran Obligasi Ketiga Senilai Rp 5 Triliun

Sementara penjualan ke pasar luar negeri sebesar US$ 570,08 juta, yang terdiri atas penjualan  olefin senilai US$ 195,94 juta, polyolefin senilai US$ 167,57 juta, styrene monomer senilai US$ 94,52 juta, butadiene sebesar US$ 65,15 juta, serta penjualan MTBE dan butene-1 senilai US$ 46,88 juta.

Sisanya yakni senilai US$ 7,11 juta merupakan pendapatan dari sewa tangka dan dermaga.

Namun, sejumlah beban TPIA turut mendaki. Contohnya beban pokok pendapatan yang naik 36,2% menjadi US$ 2,23 miliar dari sebelumnya US$ 1,64 miliar pada 2020. Salah satu pendorong kenaikan beban pokok pendapatan yakni kenaikan bahan baku yang digunakan, yang naik 52,84% menjadi US$ 1,82 miliar dari sebelumnya US$ 1,19 miliar.

 

Beban penjualan juga naik 5% menjadi US$ 52,84 juta dari sebelumnya US$ 49,93 juta. Beban umum dan administrasi juga naik menjadi US$ 38,47 juta dari sebelumnya US$ 33,73 juta. Sementara beban keuangan naik tipis 0,65% menjadi US$ 65,40 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×