Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kenaikan kinerja sepanjang enam bulan pertama tahun 2026.
Dalam rilis dari BEI, Bursa mencetak laba bersih sebesar Rp 779,97 miliar per Juni 2026, melonjak 178,83% secara tahunan (YoY) dari Rp 279,72 miliar.
Pertumbuhan laba BEI ditopang melesatnya pendapatan sebesar 56,37% (YoY) menjadi Rp 2,17 triliun dari Rp 1,39 triliun pada semester I-2025.
Pendapatan terkait transaksi bursa sebesar Rp 1,73 triliun per akhir Juni 2026, naik dari Rp 1,01 triliun pada periode sama tahun lalu.
Secara rinci di segmen ini, pendapatan jasa transaksi efek sebesar Rp 962,25 miliar, pendapatan jasa kliring Rp 483,09 miliar, pendapatan jasa pencatatan Rp 141,67 miliar, serta pendapatan jasa informasi dan fasilitas lainnya Rp 147,30 miliar.
Lalu, pendapatan dari bukan transaksi bursa Rp 111,02 miliar per Juni 2026, naik dari Rp 85,75 miliar dari tahun lalu.
Di segmen ini, pendapatan teknologi informasi berkontribusi sebesar Rp 46,5 miliar, pendapatan jasa riset, edukasi, dan data harga pasar Rp 23,07 miliar, pendapatan pendanaan repo Rp 13,69 miliar, pendapatan pendanaan marjin Rp 13,28 miliar, pendapatan pendidikan sertifikasi Rp 4,61 miliar, pendapatan jasa kliring transaksi derivatif Rp 3,87 miliar, serta pendapatan lainnya Rp 5,97 miliar.
Baca Juga: Volume Transaksi BEI Melonjak 47,9%, IHSG Menguat 1,93% dalam Sepekan
Kemudian, BEI juga mencatatkan pendapatan investasi sebesar Rp 177,84 miliar, bagian laba bersih entitas asosiasi Rp 116,44 miliar, dan keuntungan kurs mata uang asing netor Rp 16,83 miliar.
Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar menjadi Rp 8,4 miliar per akhir kuartal II 2026, naik dari Rp 2,96 miliar pada periode sama tahun lalu.
Per 30 Juni 2026, BEI punya jumlah aset Rp 15,79 triliun. Ini naik dari Rp 14,78 triliun per 31 Desember 2025.
Jumlah liabilitas perseroan sebesar Rp 5,66 triliun pada akhir Juni 2026, naik dari Rp 5,33 triliun pada akhir Desember 2025. Sementara, jumlah ekuitas tercatat Rp 10,13 triliun per akhir Juni 2026, naik dari Rp 9,45 triliun pada akhir tahun 2025.
BEI memiliki kas dan setara kas akhir periode sebesar Rp 1,3 triliun pada akhir Juni 2026, relatif sama dari periode sama tahun lalu.
Baca Juga: BEI Uji Coba Penghapusan Batas Bawah Saham Rp 50, Ini Hasilnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














