kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 -1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Laba Bersih Aneka Tambang (ANTM) Melesat 105% Sepanjang 2022


Minggu, 26 Maret 2023 / 15:21 WIB
Laba Bersih Aneka Tambang (ANTM) Melesat 105% Sepanjang 2022
ILUSTRASI. Aneka Tambang (ANTM) melaporkan kenaikan kinerja sepanjang 2022.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melaporkan kenaikan kinerja sepanjang 2022. Emiten pertambangan logam milik negara ini membukukan laba bersih Rp 3,82 triliun sepanjang 2022. Jumlah ini melesat 105% dari realisasi laba bersih di periode akhir 2021 yang hanya Rp 1,86 triliun.

Alhasil, laba bersih per saham dasar ANTM naik menjadi Rp 159 dari sebelumnya hanya Rp 77,47 per saham.

Melansir laporan keuangan di laman Bursa Efek Indonesia, Minggu (26/3), kenaikan laba bersih ANTM tidak terlepas dari kenaikan penjualan. Konstituen Indeks Kompas100 ini membukukan pendapatan senilai Rp 45,93 triliun, naik 19% dari realisasi pendapatan di 2021 sebesar Rp 38,45 triliun.

Baca Juga: Pembenahan Terus Berlanjut, Analis Sebut, Kinerja BUMN Berpotensi Membaik

Emas menjadi penopang pendapatan ANTM, dengan penjualan mencapai Rp 31,62 triliun, naik dari sebelumnya hanya Rp 25,94 triliun di 2021. Feronikel menjadi kontributor kedua dengan capaian Rp 6,85 triliun, disusul penjualan bijih nikel senilai 5,17 triliun, penjualan alumina senilai Rp 1,31 triliun, bijih bauksit senilai Rp 618 miliar, dan pendapatan dari penjualan perak senilai Rp 120,34 miliar.

Emiten yang beken dengan nama Antam ini juga mengantongi pos pendapatan dari pemurnian logam mulia dan jasa lainnya senilai Rp 229,08 miliar.

Baca Juga: Sentimen Negatif Menyerang Pasar, OCBC Sekuritas Jagokan Saham ANTM dan INCO

Di sisi lain, sejumlah beban yang ditanggung ANTM ikut mendaki seiring naiknya pendapatan. Misalkan, beban pokok pendapatan yang naik 17,55% menjadi Rp 37,71 triliun dari sebelumnya Rp 32,08 triliun. Beban Pembelian logam mulia masih menjadi pos beban terbesar, yakni mencapai Rp 28,23 triliun dari sebelumnya Rp 23,38 triliun.

Beban umum dan administrasi juga naik 31,82% menjadi Rp 3,35 triliun, serta beban keuangan naik 5,77% menjadi Rp 381,0 miliar. ANTM berhasil menekan beban penjualan dan pemasaran sebesar 17,51% menjadi Rp 917,63 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×