kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Laba bersih Aneka Tambang (ANTM) kuartal III 2019 turun 11%, ini penyebabnya


Jumat, 25 Oktober 2019 / 22:24 WIB
Laba bersih Aneka Tambang (ANTM) kuartal III 2019 turun 11%, ini penyebabnya
ILUSTRASI. Emas batangan PT. Antam.

Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski kinerja keuangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) masih mencatatkan pertumbuhan, namun tidak dengan kinerja keuangan emiten pelat merah ini.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan kuaratal III yang terbit Jumat (25/10), sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, laba bersih ANTM tercatat sebesar Rp 561,19 miliar. Nilai ini turun 11% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 631,13 miliar.

Baca Juga: Kuartal ketiga sudah berakhir, begini hasil kinerja operasional Aneka Tambang (ANTM)

Sejatinya, penjualan ANTM masih positif. Angkanya bahkan masih naik 23% secara tahunan menjadi Rp 24,54 triliun.

Namun, beban pokok perusahaan naik 29,87% menjadi Rp 20,8 triliun. Porsi beban pokok terhadap penjualan perusahaan di sembilan pertama tahun ini bahkan mencapai 84,77%. Bandingkan dengan porsi periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar 80,28%.

Pembelian logam mulia menjadi salah satu pemicu utama naiknya beban pokok. Hingga kuartal ketiga tahun ini, ANTM mengeluarkan Rp 16,24 triliun untuk pembelian logam mulia, naik 22,99% dibanding kuartal ketiga tahun lalu, Rp 13,21 triliun.

Pembelian yang lebih besar dilakukan untuk menutup volume penjualan emas yang dilakukan selama periode tersebut. Terlebih, volume produksi emas ANTM hanya naik kurang dari 1%, namun volume penjualannya lompat 19%.

Baca Juga: Wow, Harga Emas Hari Ini Capai Puncak Tertinggi dalam Hampir Dua Minggu Terakhir

Imbasnya, laba kotor ANTM mengalami penurunan. Besarannya sekitar 5% menjadi Rp 3,73 triliun dari sebelumnya Rp 3,93 triliun. Penurunan ini turut memengaruhi perolehan laba bersih perusahaan.

Meski begitu, ANTM masih mampu mencatat kenaikan EBITDA sebesar 5% menjadi Rp 2,27 triliun dari sebelumnya Rp 2,15 triliun.



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×