kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Laba AKR Corporindo (AKRA) Melesat 34% di Kuartal III-2026, Cermati Prospeknya


Jumat, 23 Oktober 2026 / 17:12 WIB
Laba AKR Corporindo (AKRA) Melesat 34% di Kuartal III-2026, Cermati Prospeknya
ILUSTRASI. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) (Dok/AKRA)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melaporkan hasil kinerja keuangan yang solid pada kuartal III-2026.

Menurut laporan keuangannya, AKRA membukukan laba bersih Rp 2,21 triliun hingga September 2026, melesat 34% secara tahunan (yoy) atau dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,65 triliun.

Pertumbuhan laba AKRA tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan perseroan. AKR  membukukan total pendapatan sebesar Rp 46,53 triliun selama Januari-September 2026.

Nilai tersebut melonjak 43,64% secara tahunan atau year on year (YoY) dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 32,40 triliun.

Baca Juga: Prospek AKR Corporindo (AKRA) Solid Ditopang Bisnis JIIPE dan LNG, Intip Analisisnya

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan pertumbuhan kinerja fundamental AKRA ditopang peningkatan volume bisnis perdagangan dan distribusi BBM, serta kontribusi kawasan industri JIIPE melalui penjualan lahan dan utilitas. 

Dari segi prospek, AKRA dinilai masih positif. Ini ditopang pertumbuhan bisnis distribusi, penjualan lahan JIIPE, dan kenaikan pendapatan utilitas yang berpotensi menjadi sumber pendapatan berulang.

Manajemen optimistis mempertahankan pertumbuhan hingga akhir 2026. 

"Untuk 2027, pengembangan utilitas dan bertambahnya aktivitas tenant JIIPE menjadi peluang pertumbuhan lanjutan," kata Alrich kepada Kontan, Jumat (23/10/2026).

Meski prospektif, AKRA dihadapi sejumlah risiko, meliputi tekanan margin distribusi, volatilitas harga energi, perubahan regulasi, serta keterlambatan realisasi penjualan lahan dan investasi infrastruktur.

Baca Juga: Laba AKR Corporindo (AKRA) Naik 21% Jadi Rp 1,43 Triliun per Semester I-2026

Dus, pertumbuhan pendapatan perlu diikuti perbaikan laba operasional agar berkelanjutan.

Untuk jangka panjang, Alrich berpendapat AKRA menarik dicermati karena memiliki bisnis distribusi yang mapan dan potensi pertumbuhan dari JIIPE.

Namun, investor tetap perlu memperhatikan valuasi saham, konsistensi pertumbuhan laba, serta realisasi monetisasi kawasan industri. 

"Strategi akumulasi bertahap dapat dipertimbangkan ketika valuasi sesuai dengan prospek pertumbuhan dan profil risiko investor," tambah Alrich. 

Investment Analyst Stockbit Theodorus Melvin turut menyampaikan capaian laba bersih AKRA di sembilan bulan pertama tahun 2026 melampaui ekspektasi karena setara 79% estimasi konsensus untuk tahun penuh 2026.

Perbaikan kinerja tersebut terutama ditopang oleh peningkatan margin laba kotor segmen perdagangan dan distribusi serta menyusutnya kerugian dari perusahaan patungan pengelola SPBU bersama BP, PT Aneka Petroindo Raya.

Secara kuartalan, margin laba kotor segmen perdagangan dan distribusi AKRA meningkat menjadi 6,9% pada kuartal III-2026, dibandingkan 4,6% pada kuartal II-2026.

Kenaikan margin tersebut mendorong laba kotor segmen ini tumbuh 30% secara kuartalan menjadi Rp 961 miliar, meskipun pendapatannya turun 13% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Baca Juga: AKR Corporindo (AKRA) Berpeluang Lanjutkan Tren Positif, Ini Rekomendasi Sahamnya

Perbaikan margin tersebut juga sejalan dengan penyusutan kerugian bersih PT Aneka Petroindo Raya.

Stockbit memperkirakan kerugian bersih perusahaan patungan tersebut menyusut menjadi sekitar Rp 47 miliar pada kuartal III-2026, dari kerugian Rp 256 miliar pada kuartal sebelumnya.

Di sisi lain, pendapatan BBM AKRA turun 14% secara kuartalan. Penurunan ini terjadi seiring implementasi kebijakan biodiesel B50 sejak 1 Juli 2026 serta melandainya harga minyak.

Meski margin segmen perdagangan dan distribusi membaik, laba bersih AKRA relatif stabil secara kuartalan, seiring penurunan laba sebelum pajak segmen kawasan industri sebesar 24% secara kuartalan menjadi Rp 263 miliar.

Dari segmen kawasan industri, penjualan lahan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) mencapai 35 hektare pada kuartal III-2026.

 

Berdasarkan informasi dari tim investor relation AKRA, total penjualan lahan JIIPE sepanjang sembilan bulan pertama 2026 mencapai 93 hektare. Realisasi tersebut telah berada dalam rentang target penjualan lahan AKRA pada 2026 sebesar 90 hektare hingga 100 hektare.

Sementara itu, pendapatan listrik dan utilitas JIIPE meningkat 47% secara kuartalan menjadi Rp 305 miliar pada kuartal III-2026. 

Dengan capaian tersebut, AKRA hanya perlu membukukan pendapatan sekitar Rp 268 miliar pada kuartal IV-2026 untuk mencapai target pendapatan listrik dan utilitas sekitar Rp 1 triliun yang disampaikan manajemen dalam paparan kinerja semester I-2026.

"Kami mempertahankan pandangan positif terhadap AKRA dan menilai rilis kinerja ini berpotensi meredakan kekhawatiran investor terkait margin," ucap Theodorus.

Baca Juga: AKR Corporindo (AKRA) Kantongi Pasokan BBM hingga Juni, Simak Rekomendasi Sahamnya

Stockbit melihat sejumlah katalis yang berpotensi mendukung kinerja AKRA ke depan.

Pertama, margin laba kotor segmen perdagangan dan distribusi yang mampu bertahan atau meningkat dari level 6,9% pada kuartal III-2026.

Kedua, penjualan lahan JIIPE pada kuartal IV-2026 yang berpotensi mendorong total penjualan sepanjang tahun melampaui 100 hektare.

Ketiga, pendapatan listrik dan utilitas JIIPE yang berpeluang melampaui target sekitar Rp 1 triliun pada 2026, seiring tren pendapatan hingga kuartal III-2026.

Meski demikian, terdapat sejumlah risiko yang perlu dicermati investor.

Risiko pertama adalah kepastian pasokan BBM di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Kedua, potensi kembali membesarnya kerugian PT Aneka Petroindo Raya yang dapat menekan margin segmen perdagangan dan distribusi. 

Baca Juga: Gelar RUPST, AKR Corporindo (AKRA) Bakal Bagi Dividen Tunai Rp 1,98 Triliun

Ketiga, peningkatan pencadangan kerugian piutang usaha yang mencapai Rp 90 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026, dibandingkan Rp 50 miliar pada semester I-2026 dan nihil pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×