kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kurs rupiah terlempar keputusan The Fed


Kamis, 21 September 2017 / 19:06 WIB
Kurs rupiah terlempar keputusan The Fed


Reporter: Dimas Andi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Nilai tukar rupiah melemah setelah pengumuman keputusan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve, Rabu malam. Di pasar spot, Kamis (21/9), nilai tukar rupiah melemah 0,43% ke Rp 13.339 per dollar AS ketimbang hari sebelumnya Rp 13.282 poer dollar AS.

Nilai tukar rupiah di pasar spot ini melemah dalam empat hari terakhir. Research & Analyst Asia Tradepoint Futures, Andri Hardianto menilai, kurs rupiah terhadap dollar AS tertekan pasca dirilisnya hasil FOMC.

Bank sentral AS memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 1%-1,25%. Selain itu, The Fed berencana mengurangi neraca mulai bulan depan dan memangkas prediksi inflasi tahun ini dari 1,7% menjadi 1,5% dan tahun depan dari 2% menjadi 1,9%.

Andri berpendapat, hasil pertemuan FOMC tersebut menguatkan kurs dollar AS terhadap sejumlah mata uang negara lain. "Jadi rupiah juga berpotensi melemah," katanya.

Setali tiga uang, Putu Agus Pransuamitra, Research & Analyst Monex Investindo Futures mengatakan bahwa hasil pertemuan FOMC menguntungkan pergerakan dollar AS. "Hasil FOMC ini mendukung penguatan dollar AS yang memang sedang dalam tren positif dalam beberapa hari terakhir," terangnya.

Putu memprediksikan rupiah akan melemah di kisaran Rp 13.260-13.320 per dollar AS pada Jumat (22/9). Andri juga memperkirakan bahwa kurs rupiah akan melemah di kisaran Rp 13.300 - 13.350 esok. "Namun pelemahan rupiah tidak akan terlalu signifikan karena fundamental domestik cukup kuat," pungkas Andri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×