kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.875   52,00   0,29%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Kurs Rupiah Jisdor Melemah ke Rp 15.020 per Dolar AS pada Rabu (27/7)


Rabu, 27 Juli 2022 / 15:30 WIB
ILUSTRASI. Rabu (27/7), kurs rupiah Jisdor melemah 0,24% ke Rp 15.020 per dolar AS.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penguatan rupiah ke bawah level psikologis Rp 15.00 per dolar Amerika Serikat (AS) tidak bertahan lama. Rabu (27/7), kurs rupiah Jisdor melemah 0,24% ke Rp 15.020 per dolar AS.

Pelemahan kurs rupiah Jisdor ini sejalan dengan pergerakan rupiah di pasar spot. Kupiah spot ditutup pada Rp 15.010 per dolar AS pada sore ini, melemah 0,11% dari posisi kemarin Rp 14.993 per dolar AS.

Pelemahan nilai tukar rupiah hari ini beriringan dengan pergerakan mata uang Asia. Peso Filipina memimpin pelemahan terhadap the greenback sebesar 0,7%.

Pelemahan peso diikuti oleh won, baht, rupee, rupiah, ringgit, dolar Taiwan, yen, dan dolar Hong Kong. Sementara yuan dan dolar Singapura masih kokoh menguat terhadap dolar AS.

Baca Juga: IHSG Menguat 0,39% ke 6.898 Hingga Tutup Pasar Rabu (27/7), Sektor Energi Jawara

Di sisi lain, indeks dolar sebenarnya tidak menunjukkan penguatan besar setelah kemarin kembali bergerak di atas 107. Indeks yang menunjukkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ini berada di 107,04 pada Rabu sore, melemah tipis dari posisi 107,19 di perdagangan kemarin.

Bank sentral AS diperkirakan akan mengerek suku bunga acuan Fed Funds Rate 75 basis points (bps) pada bulan ini. Kenaikan suku bunga acuan AS berpotensi menekan pergerakan mata uang Asia.

Baca Juga: Kurs Rupiah Melemah ke Rp 15.010 per Dolar AS Jelang Rilis Hasil Rapat The Fed

Pekan lalu, Bank Indonesia memberi sinyal tidak terburu-buru menaikkan suku bunga acuan.

JPMorgan Asset Management menilai, obligasi Indonesia dan Malaysia masih menarik dengan fundamental kuat. JPMorgan menilai, investor kembali fokus pada fundamental di tengah aksi jual surat utang negara dan US Treasury.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×