kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,36   3,72   0.40%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kurs Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan Senin (21/8) Besok


Minggu, 20 Agustus 2023 / 19:50 WIB
Kurs Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan Senin (21/8) Besok
ILUSTRASI. Petugas teller menghitung mata uang Rupiah di salah satu bank di Tangerang Selatan, Kamis (18/3). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/18/03/2021.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi menguat terbatas pada perdagangan Senin (21/8). Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, potensi penguatan rupiah seiring dengan perkiraan rilis data indikator manufaktur AS yang masih terkontraksi.

Rupiah diperkirakan juga cenderung bergerak sideways menjelang rilis hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI).

"Para investor mungkin menunggu respons BI terhadap arah kebijakan The Fed yang masih hawkish," ucap Josua saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (20/8).

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menambahkan, dalam Penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2024 beserta Nota Keuangan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2024 sebesar 5,2%.

Baca Juga: Ekonom Ini Optimistis Rupiah Masih Bisa Menguat ke Rp 14.500 di Tahun 2024

Salah satu faktor yang memengaruhi adalah stabilitas ekonomi makro yang terus terjaga. Situasi kondusif dan damai pada Pemilu serta Pilkada Serentak 2024 harus diwujudkan demi meningkatkan optimisme perekonomian jangka pendek.

Selain itu, implementasi Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, Undang-Undang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah, dan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan juga akan memberikan manfaat positif pada penguatan struktural.

Namun proyeksi pertumbuhan ekonomi 2024 sebesar 5,2% agak berbeda dengan proyeksi berbagai lembaga internasional, yang memperkirakan perekonomian Indonesia pada 2024 hanya tumbuh di level 5%.

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dan Asian Development Bank (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5% pada tahun depan.

Sementara itu, Bank Dunia memperkirakan ekonomi pada 2024 cenderung melambat dengan pertumbuhan yang lebih rendah sebesar 4,9%.

"Perkiraan tersebut seiring dengan perlambatan ekonomi global yang diperkirakan hanya tumbuh sebesar 2,4% pada 2024," ucap Ibrahim.

Baca Juga: Rupiah Melemah Sepekan Ini, Bagaimana dengan Minggu Depan?

Ibrahim memprediksi, mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 15.240- Rp 15.350 pada Senin (21/8). Sementara Josua memperkirakan, rupiah akan menguat terbatas di kisaran Rp 15.250-Rp 15.350 per dolar AS.

Sebagai informasi, berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 0,06% ke level Rp 15.290 per dolar AS pada perdagangan Jumat (18/8). Menurut kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI, nilai tukar rupiah berada di angka Rp 15.308, stagnan dari Rp 15.308 pada hari perdagangan sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×