CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kupon mengecil, investor kurang minati ORI016


Senin, 28 Oktober 2019 / 22:26 WIB
Kupon mengecil, investor kurang minati ORI016
ILUSTRASI. Direktur Surat Utang Negara, Kemenkeu RI Loto S Ginting (tengah) disaksikan Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu RI Luky Alfirman (kanan) secara simbolis meluncurkan meluncurkan penjualan ORI seri ORI 016 di Jakarta, Rabu (2/10). Target penju

Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Target penjualan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI016 tidak tercapai karena investor ritel fokus mencari kupon yang lebih tinggi.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Senin (28/10), menetapkan hasil penjualan ORI016 sebesar Rp 8,21 triliun. Padahal, target pemerintah di awal penerbitan sebesar Rp 9 triliun.

Research Analyst Capital Asset Management Desmon Silitonga mengatakan, pasar ORI yaitu investor ritel selalu lebih tertarik pada tawaran investasi dengan kupon tinggi. Sayangnya, setelah investor ritel menimbang, kupon ORI016 yang sebesar 6,8% tidak cukup menggiurkan dibanding instrumen investasi sejenis. Alhasil, penjualan ORI016 berat untuk mencapai target.

Baca Juga: Hingga akhir batas penjualan, ORI016 tak mencapai target pemerintah

"Kupon lebih rendah dibanding surat berharga ritel sebelumnya dengan tenor yang lebih pendek, kupon ORI016 jadi dianggap rendah," kata Desmon, Senin (28/10). Bulan lalu, Savings Bond Ritel seri SBR008 menawarkan kupon di 7,2%.

Senada, Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, pesaing ORI016 juga datang dari deposito dan reksadana berbasis obligasi.

Baca Juga: Kupon Kurang Menarik, Penjualan ORI016 Gagal Mencapai Target

"Kupon ORI016 bersaing dengan suku bunga deposito di bank kecil yang bisa kasih bunga di atas 7%, selain itu dana kelolaan  reksadana terproteksi dan reksadana pendapatan tetap yang naik juga jadi pesaing," kata Wawan.




TERBARU

Close [X]
×