kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Koreksi perak wajar merespon fundamental pasar


Senin, 22 Agustus 2016 / 17:00 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Tekanan dari penguatan dollar AS jadi beban utama penurunan harga perak. Terutama setelah pasar kembali mendapat angin segar mengenai peluang kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Mengutip Bloomberg, Senin (22/8) pukul 14.27 WIB harga perak kontrak pengiriman September 2016 di Commodity Exchange terkikis 2,22% di level US$ 18,88 per ons troi dibanding hari sebelumnya. Harga ini sudah merosot 4,83% dalam sepekan terakhir.

Andri Hardianto, Research and Analyst PT Asia Tradepoint Futures mengatakan tekanan terbesar datang setelah Wakil Gubernur The Fed, Stanley Fischer pada Minggu (21/8) mengatakan bahwa The Fed sudah semakin dekat dengan pertemuannya dan sudah harus segera mengambil langkah menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Ini menumbuhkan harapan pasar akan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada FOMC September 2016 mendatang. Kepastian ini memperkuat aksi pelaku pasar untuk memburu dollar AS dan sesaat meninggalkan aset safe haven seperti perak.

“Apalagi di akhir pekan nanti, pasar akan menyoroti rilis prelim GDP kuartal dua AS dan pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen,” kata Andri.

Dua faktor terakhir disinyalir akan menjadi kepastian bagi langkah The Fed ke depannya. Jika prelim pertumbuhan ekonomi AS kuartal dua 2016 tumbuh bukan tidak mungkin The Fed bisa menaikkan suku bunganya. Tekanan datang tidak hanya dari AS tapi juga dari Jepang.

Setelah Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda memberikan sinyal siap melakukan pelonggaran stimulus moneternya, yen pun berkibar. “Keadaan global sedang menghimpit emas dan komoditas logam mulia lainnya termasuk perak,” tutur Andri.

Maka koreksi yang dialami perak dinilai adalah pergerakan yang wajar merespon dari fundamental pasar saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×