kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Koreksi harga picu investor masuk, CPO melesat 1,7%


Jumat, 25 Maret 2011 / 13:00 WIB
ILUSTRASI. Karyawan mendapat pelatihan di Kalbe Learning Center, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (6/2). Kalbe Learning Center bertujuan mengembangkan sumber daya yang kompeten dalam meningkatkan mutu dan menghasilkan produk obat yang berkualitas. KONTAN/Baihaki


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

KUALA LUMPUR. Minyak sawit atau CPO reli untuk pertama kali dalam pekan ini. Kenaikan ini menghapus penurunan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Kemarin, CPO terjungkal ke level terendah sejak 24 November lalu. Koreksi harga ini memicu minat beli importir.

Kontrak CPO untuk pengiriman Juni di bursa berjangka Malaysia (MDE) naik 1,7% ke level RM 3.324 atau setara US$ 1.098 per ton, pada pukul 9.45 WIB. Adapun, hingga 12.54 WIB, kontrak yang sama diperdagangkan di RM 3.281 atau sekitar US$ 1.084,59 per ton.

"Kemarin penurunannya cukup tajam, dan penjualan itu lebih karena kepanikan investor," ujar Donny Khor, wakil presiden untuk kontrak option dan berjangka di OSK Investment Bank Bhd.

Sebelumnya, minyak sawit terkoreksi karena spekulasi produksi dari Indonesia dan Malaysia akan meningkat tahun ini seiring membaiknya kondisi cuaca.

Namun, Sunaina Dhanuka, analis Macquarie Capital Securities (Malaysia) Sdn. menyebut, saat ini risiko harga masih cenderung bearish karena pulihnya produksi Malaysia dan Indonesia, sedangkan ekspor terlihat mulai surut. "Itu artinya persediaan mungkin akan naik lebih cepat dari ekspektasi pasar," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×