kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Investor mulai tambah pasokan, harga CPO kembali melesat


Rabu, 23 Maret 2011 / 16:38 WIB
ILUSTRASI. Samsung Galaxy M31 dengan Quad Camera.


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

KUALA LUMPUR. Hari ini, minyak sawit alias CPO melesat setelah turun tajam, kemarin. Kenaikan harga CPO juga terjadi seiring reli harga minyak karena kekhawatiran konflik di Libya bakal memperpanjang gangguan suplai minyak.

Kontrak CPO untuk pengiriman Juni di bursa berjangka Malaysia (MDE) naik 1,4% ke level RM 3.354 atau sekitar US$ 1.107,66 per ton, pada pukul 16.15 WIB. Dalam dua hari sebelumnya, harganya sudah turun 4%

Sementara, minyak mentah naik 0,4% menjadi US$ 105,38 per barel. Ini yang tertinggi dalam dua pekan terakhir.

Arhnue Tan, analis ECM Libra Sdn. menyebut, kenaikan harga minyak sawit terpicu reli harga minyak mentah. Pada akhirnya tingginya harga minyak akan mempengaruhi harga minyak nabati karena penggunaannya untuk biofuel.

"Selain itu, pembeli menambah pasokan dengan memanfaatkan penurunan tajam harga CPO baru-baru ini," ujarnya.

Adapun, data Surveyor Interfek menyebutkan, ekspor CPO Malaysia turun 12,8% menjadi 719.302 ton dalam 20 hari pertama di bulan Maret.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×