kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Harga minyak tergerus untuk hari yang kedua


Senin, 30 Januari 2012 / 10:15 WIB
ILUSTRASI. Prospek minyak serpih (shale oil). Photographer: Daniel Acker/Bloomberg *** Local Caption *** Joey Sullivan


Reporter: Dupla Kartini, | Editor: Dupla Kartini

SYDNEY. Harga minyak mentah melemah untuk hari yang kedua. Koreksi harga minyak terjadi menjelang pertemuan para pemimpin Uni Eropa hari ini, untuk membahas krisis utang. Sejauh ini, krisis Eropa telah memperlambat perekonomian global, dan menimbulkan kekhawatiran penurunan konsumsi bahan bakar.

Kontrak minyak WTI untuk pengiriman Maret tergerus sebesar 49 sen ke posisi US$ 99,07 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Kontrak yang sama bergeser ke level US$ 99,17 pada pukul 13.18 waktu Sydney. Sementara, minyak Brent untuk pengiriman Maret melemah 26 sen ke US$ 111,20 per barel di bursa ICE Futures Europe, London.

Sore ini, Uni Eropa akan bertemu di Brussels untuk menyelesaikan perjanjian defisit yang dipimpin oleh Jerman. Mereka juga akan membahas undang-undang untuk dana penyelamatan 500 miliar euro, yang akan dibentuk tahun ini. Pada 28 Januari lalu, Yunani dan kreditur swasta berhadap bisa mencapai kesepakatan terkait restrukturisasi utang dalam beberapa hari mendatang.

Ric Spooner, kepala analis CMC Markets menilai, hambatan terpenting berikutnya adalah pengumuman resmi mengenai restrukturisasi utang Yunani. "Sedangkan, dari sisi pasokan minyak, investor akan mengawasi setiap perkembangan dari Iran dalam menanggapi embargo ekspor minyak ke Uni Eropa," ujarnya, di Sydney.

Iran berselisih dengan negara-negara barat atas tuduhan menggunakan program nuklir sebagai kedok untuk mengembangkan senjata. Iran yang merupakan produsen minyak kedua terbesar di grup OPEC, menyangkal tuduhan tersebut. Namun, pada 23 Januari lalu, Menteri luar negeri Uni Eropa sepakat melarang impor minyak Iran mulai Juli, dan membekukan aset bank sentral Iran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×