kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Harga minyak tergerus untuk hari yang kedua


Senin, 30 Januari 2012 / 10:15 WIB
Harga minyak tergerus untuk hari yang kedua
ILUSTRASI. Prospek minyak serpih (shale oil). Photographer: Daniel Acker/Bloomberg *** Local Caption *** Joey Sullivan


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

SYDNEY. Harga minyak mentah melemah untuk hari yang kedua. Koreksi harga minyak terjadi menjelang pertemuan para pemimpin Uni Eropa hari ini, untuk membahas krisis utang. Sejauh ini, krisis Eropa telah memperlambat perekonomian global, dan menimbulkan kekhawatiran penurunan konsumsi bahan bakar.

Kontrak minyak WTI untuk pengiriman Maret tergerus sebesar 49 sen ke posisi US$ 99,07 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Kontrak yang sama bergeser ke level US$ 99,17 pada pukul 13.18 waktu Sydney. Sementara, minyak Brent untuk pengiriman Maret melemah 26 sen ke US$ 111,20 per barel di bursa ICE Futures Europe, London.

Sore ini, Uni Eropa akan bertemu di Brussels untuk menyelesaikan perjanjian defisit yang dipimpin oleh Jerman. Mereka juga akan membahas undang-undang untuk dana penyelamatan 500 miliar euro, yang akan dibentuk tahun ini. Pada 28 Januari lalu, Yunani dan kreditur swasta berhadap bisa mencapai kesepakatan terkait restrukturisasi utang dalam beberapa hari mendatang.

Ric Spooner, kepala analis CMC Markets menilai, hambatan terpenting berikutnya adalah pengumuman resmi mengenai restrukturisasi utang Yunani. "Sedangkan, dari sisi pasokan minyak, investor akan mengawasi setiap perkembangan dari Iran dalam menanggapi embargo ekspor minyak ke Uni Eropa," ujarnya, di Sydney.

Iran berselisih dengan negara-negara barat atas tuduhan menggunakan program nuklir sebagai kedok untuk mengembangkan senjata. Iran yang merupakan produsen minyak kedua terbesar di grup OPEC, menyangkal tuduhan tersebut. Namun, pada 23 Januari lalu, Menteri luar negeri Uni Eropa sepakat melarang impor minyak Iran mulai Juli, dan membekukan aset bank sentral Iran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×