kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,50   -13,12   -1.53%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Konsumsi gas meningkat, PGN (PGAS) jamin pasokan gas di Semarang dan Blora aman


Kamis, 16 April 2020 / 22:01 WIB
Konsumsi gas meningkat, PGN (PGAS) jamin pasokan gas di Semarang dan Blora aman
ILUSTRASI. Petugas PT PGN, Tbk memeriksa tekanan pada instalasi ?'Metering Regulating Station' saat penyaluran gas bumi dalam bentuk 'Compressed Natural Gas' (gas alam yang dikompresi) menggunakan teknologi GTM (Gas Transportation Module) atau Gaslink Truck untuk me


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyalurkan gas bumi dalam bentuk compressed natural gas (CNG) menggunakan teknologi gas transpotation module (GTM) atau Gaslink Truck. Hal ini dilakukan untuk menjaga suplai jaringan gas (jargas) rumah tangga di wilayah Semarang dan Blora tetap aman.

Penyaluran ini juga dilakukan dalam rangka menjaga keberlangsungan penyaluran gas bumi pasca insiden central processing plant (CPP) area Blok Gundih Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ).

Penyaluran CNG dilakukan untuk menyuplai jargas rumah tangga di Semarang sebesar 1.100 meter kubik–1.300 meter kubik per hari dan Blora besar 280 meter kubik-300 meter kubik per hari. Sebab, kedua wilayah tersebut terdampak insiden CPP Gundih dan sempat terhenti aliran gasnya.

Baca Juga: Meski siap, PGN akui tak mudah terapkan harga gas industri US$ 6 per mmbtu

Sales Area Head PGN Semarang Heri Frastiono mengatakan, sejauh ini penyaluran CNG berjalan lancar dan aliran gas di pelanggan rumah tangga normal. “Nyala api di kompor-kompor pelanggan tetap normal, tidak mengalami penurunan. Namun ini hanya sementara sampai CPP Gundih beroperasi normal kembali, karena proses perbaikan belum selesai,” ungkap Heri, Kamis (16/4).

Di sisi lain, Heri mengungkapkan penyebaran pandemi Covid-19 justru menyebabkan konsumsi gas bumi masyarakat meningkat. Heri bilang, peningkatan konsumsi gas di Semarang mencapai dua kali lipat.

Pemakaian gas di Semarang pada bulan Februari lalu mencapai 25.000 meter kubik yang kemudian melonjak menjadi 53.000 meter kubik pada bulan Maret 2020. “Di luar insiden beberapa waktu lalu, kami berupaya untuk memastikan kebutuhan gas bumi masyarakat tetap tercukupi," sambung dia.

Baca Juga: Jika konsumsi gas industri terus turun, Perusahaan Gas Negara (PGAS) bisa merugi

Asal tahu, emiten pelat merah ini memiliki dua sumber pasokan gas bumi. Untuk wilayah Semarang dipasok gas yang bersumber dari CNG di Jawa Timur maupun Jawa Barat yang disalurkan melalui jaringan pipa distribusi gas bumi di Wilayah Tambak Aji – Wijaya Kusuma. Sedangkan jargas di Semarang Timur mendapatkan pasokan gas dari sumber gas yang ada di Blora.

Sampai saat ini, total pelanggan jargas rumah tangga PGAS di Jawa Tengah sebanyak 2.516 sambungan, dengan rincian di Semarang sebanyak 1.875 sambungan dan Blora sebanyak 641 sambungan. Heri menambahkan, PGAS akan terus berupaya untuk memperluas pemakaian gas di Jawa Tengah untuk meningkatkan daya saing produk dan layanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×