kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Konsumen komoditas batubara Bukit Asam (PTBA) akan mengalami pergeseran


Senin, 23 Desember 2019 / 22:53 WIB
ILUSTRASI. Suasana penambangan batubara menggunakan bucket wheel escavator di lokasi penambangan batubara PT. Bukit Asam (PTBA) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan (20/5). PTBA menargetkan pembangunan dermaga di Tarahan rampung pada 2012. Konsumen komoditas batubara B


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Noverius Laoli

Dia menambahkan, pihaknya bakal terus memperbesar porsi penjualan untuk end user. Salah satu negara yang dibidik adalah, Malaysia. "Kami sedang melakukan penjajakan untuk menjual batubara langsung ke PLN -nya Malaysia," terang Adib.

Baca Juga: Bukit Asam (PTBA)-Pertamina ajukan insentif untuk harga DME yang kompetitif

Inisiatif memperbesar penjualan untuk end user merupakan dampak secara tidak langsung dari kebijakan pemerintah yang mewajibkan ekspor batubara harus menggunakan kapal berbendera Indonesia. Di sisi lain, harga ke end user bisa lebih menarik dibanding trader.

Namun, menurut Adib, porsi penjualan ekspor tidak bisa mencapai 100%. Pasalnya, ada beberapa negara yang mewajibkan penjualan batubara harus melalui trader. "Salah satunya Jepang, yang mana juga harus melalui trader Jepang," pungkas Adib.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×