kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Konflik Timur Tengah Menyulut Saham Migas, MEDC hingga PGAS Kompak Naik


Senin, 09 Oktober 2023 / 18:47 WIB
Konflik Timur Tengah Menyulut Saham Migas, MEDC hingga PGAS Kompak Naik
ILUSTRASI. Medco Energi Internasional (MedcoEnergi)


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konflik yang Kembali terjadi di wilayah Timur Tengah menyulut kenaikan saham berbasis migas pada perdagangan Senin (9/10). Kontan.co.id mencatat, sejumlah saham emiten migas ditutup di zona hijau seiring dengan kenaikan harga minyak

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) misalnya, yang hari ini sahamnya ditutup menguat hingga 9,67% ke level Rp 1.475 per saham. Saham Perusahaan migas milik negara, yakni PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) juga ditutup menguat 2,95% ke level Rp 1.395.

Saham entitas Grup Bakrie, yakni PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga menguat 6,50% ke level Rp 262. Anak usaha PT Pertamina (Persero) yakni PT Elnusa Tbk (ELSA) juga naik 4,10% ke level Rp 406.

Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan menilai, konflik Timur Tengah memang menjadi sentimen utama kenaikan harga minyak pada hari ini (9/10) yang sudah menyentuh level sekitar US$ 85 per barel.

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham dan Prospek Kinerja Bumi Serpong Damai (BSDE)

Secara historis, harga minyak akan melonjak seiring dengan eskalasi tensi geopolitik, khususnya wilayah yang memiliki pengaruh besar pada pasar minyak seperti di Amerika Serikat, Timur Tengah, dan Rusia-Ukraina.

Menurut Felix, pergerakan harga minyak dan gas dalam jangka pendek masih dapat meningkat seiring panasnya tensi geopolitik mulai dari deklarasi perang oleh Israel, pernyataan bantuan militer dari AS, dan adanya laporan jika Iran terlibat dalam serangan Hamas pada akhir pekan lalu.

Selain itu, pekan ini OPEC+ juga menegaskan masih akan mengurangi produksi minyaknya secara sukarela sekitar 1,5 juta barel per hari (bph). Adanya aksi refilling cadangan minyak strategis alias Strategic Petroleum Reserve (SP) Amerika Serikat yang juga turut mendorong kenaikan harga migas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×