kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kliring Berjangka Indonesia akan terbitkan resi gudang ikan dan timah tahun depan


Jumat, 29 November 2019 / 19:06 WIB
Kliring Berjangka Indonesia akan terbitkan resi gudang ikan dan timah tahun depan
ILUSTRASI. Pekerja memilih ikan hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta, Jumat (15/11/2019). Kementerian KKP menargetkan ekspor perikanan mencapai 6 miliar dolar US pada tahun 2020, dimana target tersebut naik dibandingkan dengan 2019 yang hanya 5,5

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dorong pemanfaatan Sistem Resi Gudang (RSG), PT Kliring Berjangka Indonesia Tbk (KBI) bakal luncurkan berbagai inisiatif di tahun depan. Di antaranya dengan menerbitkan resi gudang untuk komoditi baru yakni ikan dan timah.

Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi optimistis prospek penerbitan komoditi baru seperti ikan, mampu mendorong peran aktif SRG bagi masyarakat. Harapannya, ikan bisa masuk dalam daftar komoditi resi gudang di kuartal pertama 2020. 

Baca Juga: Kliring Berjangka Indonesia dorong pemanfaatan SRG untuk jaga harga komoditas

"Kami akan lakukan kerjasama dengan PT Perikanan Nusantara (Perinus) sebagai penyedia cold storage. Pembicaraan kami sudah di atas 80% dan saya optimistis itu bisa direalisasikan awal tahun depan," ujar Fajar saat ditemui Kontan di kantornya, Jumat (29/11).

Menurutnya, potensial perikanan di Tanah Air sangat besar. Selain itu, fasilitas cold storage terus bertambah, seperti yang dimiliki Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), milik BUMN seperti Perinus dan Perikanan Indonesia (Perindo) di mana mereka juga sudah memiliki kontrak dengan pihak luar dan membutuhkan sumber pembiayaan baru.

Untuk itu, SRG dirasa cocok untuk masuk ke industri perikanan Tanah Air. Harapannya, jika rencana tersebut bisa terealisasi, KBI bakal menjadi yang pertama menjadikan komoditi ikan ke dalam resi gudang. 

Baca Juga: Bappebti dorong sinergi implementasi SRG

"Ini bisa besar, karena hasil ikan nelayan sudah cukup baik, disertai ekspor ke luar negeri juga cukup banyak. Untuk itu, dibutuhkan instrumen keuangan lantaran Perinus dan Perindo tetap membutuhkan pendanaan untuk membeli ikan dari nelayan Tanah Air," ungkapnya. 

Dengan menerapkan SRG, harapannya nelayan bisa mendapatkan harga yang lebih baik, begitu juga dengan Perinus dan Perindo. Perinus sendiri sudah mendapatkan lisensi sebagai pengelola gudang untuk perikanan.

Hasil kajian KBI dengan KKP juga menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk resi gudang ikan cukup besar. Apalagi, nantinya resi gudang Tanah Air bisa dimanfaatkan pengusaha dan masyarakat kecil.




TERBARU

×