kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kinerja XL Axiata (EXCL) Bakal Terdorong Potensi Merger, Cek Rekomendasi Sahamnya


Kamis, 01 Februari 2024 / 20:11 WIB
Kinerja XL Axiata (EXCL) Bakal Terdorong Potensi Merger, Cek Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. Sebuah menara telekomunikasi berada di kompleks Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk yang berbatasan langsung dengan Malaysia di Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (9/2/2023). PT XL Axiata Tbk (EXCL) terus meningkatkan kualitas jaringan 4G, salah satunya di wilayah pelosok dan perbatasan negara. Jumlah BTS XL Axiata terus bertambah sebanyak lebih dari 1.100 BTS 4G di seluruh wilayah Kalimantan, meningkat sebesar 42% dalam setahun terakhir. (KONTAN/Daniel Prabowo)


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Noverius Laoli

Hingga triwulan ketiga tahun 2023 lalu, pendapatan EXCL tumbuh 10,5% secara tahunan (year on year/ YoY) menjadi Rp 23,9 triliun. Pertumbuhan pendapatan EXCL diikuti laba bersih yang naik 3,1% YoY menjadi Rp 1 triliun pada periode tersebut.

Adapun pada periode kumulatif selama Januari – September 2023, Average Revenue Per User  (ARPU) Gabungan atau Rerata Pendapatan Per Pengguna EXCL tercatat sekitar Rp 42.000 dan memiliki jumlah pelanggan sebesar 57,5 juta. Ini menandakan adanya peningkatan masing-masing sebesar 9% dan 0,2% YoY.

Analis Mirae Asset Sekuritas Robertus Hardy menyoroti, jumlah pelanggan EXCL itu mencerminkan ekspansi perusahaan telah meliputi sekitar 20% dari total 270 juta jiwa masyarakat Indonesia. Sementara, ARPU konsolidasi pengguna prabayar dan pascabayar tetap dipertahankan sekitar Rp 41 ribu.

Baca Juga: Rencana Rights Issue Smartfren (FREN) Bakal Menjadi Katalis Positif

Robertus menilai, meski berada di peringkat ketiga di belakang Telkomsel dan Indosat dalam jumlah pelanggan seluler, EXCL cukup tangguh dengan ekspansi dan inovasinya di segmen bisnis fixed broadband dan IT managed service masing-masing melalui XL Home dan Hypernet.

Selain itu, rencana perusahaan untuk mengkonsolidasikan basis pengguna Link Net dengan perjanjian grosir infrastruktur dan kemungkinan berkonsolidasi dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dapat meningkatkan nilai karena potensi penambahan pendapatan anorganik.

“Kami melihat EXCL cukup tangguh dengan ekspansi dan inovasinya di bisnis fixed broadband dan IT managed service,” jelas Robertus kepada Kontan.co.id, Kamis (1/2).

Baca Juga: Potensi Merger XL Axiata (EXCL) dan Smartfren (FREN) Jadi Angin Segar Industri Telko

Robertus mempertahankan rekomendasi Trading Buy untuk EXCL dengan target harga sebesar Rp 2.450 per saham. Target harga ini sedikit lebih rendah dibandingkan sebelumnya karena adanya pemeringkatan ulang yang mempertimbangkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi.

Sementara itu, Vera merekomendasikan Buy untuk EXCL dengan target harga sebesar Rp 2.700 per saham. Katalis bagi EXCL adalah suksesnya penetrasi pasar layanan konvergensi di tahun 2024 dan diikuti dengan berbagai peluncuran jaringan 5G di masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×