CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kinerja Unilever Indonesia (UNVR) diprediksi masih kinclong, simak rekomendasi analis


Rabu, 18 September 2019 / 05:00 WIB
Kinerja Unilever Indonesia (UNVR) diprediksi masih kinclong, simak rekomendasi analis
ILUSTRASI.

Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Noverius Laoli

Inovasi yang terbaru, UNVR juga berencana melakukan ekspansi dengan meluncurkan merek es krim baru, yaitu Seru. Produk tersebut akan didistribusikan dari Jawa Timur, Jakarta, dan Jawa Barat.

Raja menilai langkah UNVR tersebut bisa membuat merek es krim UNVR semakin kompetitif dengan kompetitor yang juga memiliki wilayah distribusi nasional.

"Hingga rencana ekspansi merek es krim baru muncul, UNVR belum berencana untuk menaikkan biaya iklan dalam rangka mengatur biaya bahan baku dan nilai tukar rupiah," kata Raja dalam riset.

Baca Juga: Simak rekomendasi saham Profindo Sekuritas untuk perdagangan Jumat (13/9)

Melihat kompetisi di industri konsumen yang ketat, Raja mengatakan UNVR kini fokus menyasar pasar dengan umur yang lebih muda. Hal ini terlihat dari munculnya merek perawatan kulit yang ditujukan untuk pasar demografis yang lebih muda. Tentunya, pemasaran yang dilakukan juga lebih banyak melalui iklan digital.

Raja memproyeksikan pendapatan UNVR di akhir tahun masih bisa tumbuh. Hal ini didukung biaya royalti meliputi merek dagang, teknologi, dan layanan pusat, tidak berubah hingga 2020. Dengan begitu, Raja memproyeksikan biaya royalti tetap di 7% dari total penjualan di tahun ini.

Raja merekomendasikan hold di target harga Rp 45.000 per saham.

Sementara, Helen merekomendasikan netral di target harga Rp 47.500 per saham. Hellen memproyeksikan pendapatan UNVR bisa tumbuh 5,3% menjadi Rp 44,02 triliun di akhir tahun ini.

Baca Juga: Kisah sampah plastik di Filipina yang kian mengkhawatirkan

Sedangkan, Kiswoyo merekomendasikan buy di target harga Rp 55.000 per saham. "Tahun ini UNVR belum cetak harga tertinggi, biasanya UNVR tiap tahun selalu cetak harga tertinggi," kata Kiswoyo, Selasa (17/9). Untuk pendapatan dan laba Kiswoyo memproyeksikan akan turun 1%-2%.




TERBARU

Close [X]
×