Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mencatat kinerja yang kurang apik di periode tiga bulan pertama tahun 2025.
Melansir keterbukaan informasi, Selasa (29/4) lalu, ULTJ meraih laba Rp 364,68 miliar di kuartal I-2025, turun 9,97% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 405,09 miliar.
Sementara, penjualan perusahaan tercatat Rp 2,28 triliun di kuartal I-2025, turun tipis 0,59% dari periode tiga bulan pertama tahun 2024 sebesar Rp 2,29 triliun.
Secara rinci, penjualan domestik dari segmen minuman tercatat Rp 2,51 triliun, turun dari Rp 2,52 triliun. Sementara penjualan makanan di dalam negeri tercatat Rp 15,89 miliar, turun dari Rp 19,98 miliar.
Penjualan ekspor dari pos minuman tercatat Rp 2,7 miliar, menurun dari sebelumnya Rp 3,77 miliar, serta penjualan ekspor makanan mencapai Rp 1,65 miliar, naik dari Rp 1,05 miliar.
Baca Juga: Kinerja Ultrajaya Milk (ULTJ) Turun di Kuartal I-2025, Ini Penjelasan Manajemen
Corporate Secretary Ultrajaya Helina Widayani menjelaskan bahwa penurunan kinerja fundamental perusahaan sejalan dengan melambatnya pertumbuhan konsumsi susu UHT.
Berdasarkan data Nielsen, Helina mengungkapkan bahwa konsumsi susu UHT secara nasional hanya tumbuh sekitar 5% pada kuartal I-2025, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 9% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, Helina bilang pendapatan ULTJ pada kuartal I-2025 relatif stabil, mencapai 99,4% dari capaian tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan kinerja perusahaan yang mampu bertahan di tengah penurunan konsumsi produk susu dan teh secara umum.
Helina juga menerangkan bahwa ULTJ terus berupaya mencapai target dengan memperkuat distribusi dan penetrasi pasar melalui modern market dan ritel serta melihat potensi pasar melalui jalur e-commerce di sisa akhir tahun 2025.
Selain itu, peningkatan efisiensi operasional melalui peningkatan produktivitas melalui pembangunan Factory & Distribution Centre di MM2100, yang diharapkan dapat meningkatkan penjualan, pangsa pasar dan kepuasan pelanggan.
Sayangnya, Helina tak mengungkapkan berapa nilai target pendapatan dan laba yang diincar perusahaan tahun ini.
Baca Juga: Penjualan Ultrajaya Milk Industry & Trading Company (ULTJ) Naik 6,88% di 2024
Namun yang jelas, "Perseroan bekerja keras menjaga pertumbuhan yang positif atas pendapatan dan laba," kata Helina kepada Kontan, Jumat (9/5).
Prospek dan Rekomendasi Sahamnya
Investment Analyst Edvisor Provina Visindo Indy Naila menjelaskan bahwa peningkatan biaya bahan baku dan operasional telah menekan margin keuntungan ULTJ.
"Selain itu, melemahnya daya beli masyarakat turut menjadi faktor yang membebani kinerja keuangan perusahaan," kata Indy kepada Kontan, Senin (12/5).
Mengenai prospek ULTJ hingga akhir tahun 2025, Indy menekankan pentingnya kebijakan insentif dari pemerintah yang dapat mendorong peningkatan pendapatan perusahaan serta membantu pemulihan daya beli masyarakat.
Baca Juga: Ultrajaya Milk Industry (ULTJ) Raih Laba Rp 364,68 Miliar di Kuartal I-2025
Indy merekomendasikan hold saham ULTJ dengan target harga Rp 1.550 per saham.
Hingga akhir penutupan perdagangan Jumat (9/5) lalu, saham ULTJ berada di level Rp 1.365 per saham atau melemah 0,73% dalam sehari. Adapun secara tahun berjalan saham ULTJ melemah 24,38%.
Selanjutnya: Mayora Genjot Inovasi dan Ekspor, Targetkan Pertumbuhan Dua Digit di Pasar Global
Menarik Dibaca: 6 Ciri-Ciri Moisturizer Tidak Cocok, Jangan Dipakai Lagi Ya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News