kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kinerja terseret pelemahan harga batubara, ini rekomendasi saham Delta Dunia (DOID)


Kamis, 07 November 2019 / 21:38 WIB

Kinerja terseret pelemahan harga batubara, ini rekomendasi saham Delta Dunia (DOID)
ILUSTRASI. Kontraktor pertambangan batubara PT Bukit Makmur Mandiri Utama atau BUMA, anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID). Laba DOID merosot 43,5% secara tahunan menjadi US 28,15 juta di kuartal ketiga dari US$ 49,80 juta.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju pertumbuhan kinerja keuangan PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) masih lambat terbeban harga batubara. Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2019, laba DOID merosot 43,5% secara tahunan menjadi US 28,15 juta dari US$ 49,80 juta. Sementara, pos pendapatan tumbuh 8,3% secara tahunan menjadi US$ 690,33 juta.

Analis Jasa Utama Capital Chris Apriliony mengatakan kinerja DOID belum memuaskan karena sektor batubara masih dilanda pelemahan harga batubara. Senada, Analis Panin Sekuritas, William Hartanto menilai wajar kinerja DOID menurun karena harga batubara belum pulih.

Selain itu, Chris menilai utang emiten kontraktor tambang ini masih cukup besar dan membebani kinerja keuangan meski total liabilitas DOID turun 5% di kuaratal III 2019 jadi sebesar US$ 876 juta dari US$ 922 juta di periode yang sama tahun lalu. "Utang membuat pertumbuhan kinerja DOID masih tergolong kecil untuk ukuran kontraktor tambang," kata Chirs, Kamis (7/11).

Baca Juga: Sejumlah perusahaan batubara pasang strategi ini hadapi penurunan pendapatan

Chris memproyeksikan, penurunan kinerja keuangan DOID masih akan terjadi hingga akhir tahun ini. "Sulit pulih karena kontraktor tambang biasanya sudah mempunyai kontrak pekerjaan tambang secara jangka panjang, sehingga sisa waktu di tahun ini tak cukup menyokong," kata Chris.

Namun, harga saham DOID saat ini sudah terkoreksi cukup dalam. Kamis (7/11), harga saham DOID berada di Rp 320 per saham. Dalam setahun terakhir harga terkoreksi 57%.

Chris merekomendasikan beli saham DOID yang terhitung murah ini dengan target harga Rp 350 di akhir tahun ini. Sedangkan, target harga DOID di 2020 berada di 450 per saham, dengan catatan jika harga batubara bisa kembali naik ke US$ 70 per ton. Sekadar informasi, harga batubara di ICE New Coal kontrak Desember 2019 per Rabu (6/11) masih bertengger di US$ 66,90 per ton.

Baca Juga: Delta Dunia Makmur (DOID) targetkan pendapatan hingga US$ 910 juta di akhir 2019

William menambahkan, kinerja DOID memang tergantung pada harga batubara. "Kita terpaksa kembalikan semua pada harga batubara karena bisnis sektor ini sensitif pada harga batubara," kata William. Jadi, selama harga batubara masih menurun, baik kinerja emiten maupun sahamnya akan direspons negatif oleh pasar.

Saat ini William masih merekomendasikan netral dan cenderung wait and see pada DOID. Target harga terdekat di akhir tahun ini berada di Rp 350 per saham.

Sementara, Ryan Daniel Analis PT Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia menargetkan harga saham DOID bisa mencapai Rp 1.200 dalam 12 bulan ke depan. Dalam riset, Ryan optimistis kinerja DOID bisa membaik karena volume penjualan berpotensi membaik dan berdampak pada profitabilitas perusahaan. Ryan memproyeksikan pendapatan DOID di akhir tahun ini bisa mencapai US$ 854 juta dengan laba bersih US$ 76 juta.


Reporter: Danielisa Putriadita
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan


Close [X]
×