kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Kinerja Surya Esa Perkasa (ESSA) tertekan, simak rekomendasi analis


Jumat, 10 September 2021 / 20:58 WIB
ILUSTRASI. Kilang LPG (liquefied petroleum gas) PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) di Palembang, Sumatera Selatan.


Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Noverius Laoli

MoU tersebut diteken untuk memproduksi Blue Ammonia di Indonesia yang bekerja sama dengan Japan Oil, Gas and Metals National Corporation (JOGMEC), Mitsubishi Corporation (MC), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Pengembangan ini harus dimulai pada tahun 2023-2024, dengan rancana untuk mengubah kapasitas tahunannya untuk memproduksi blue ammonia di Banggai, Sulawesi Tengah. Dari estimasi awal, harga jualnya nanti berada pada harga premium sekitar US$ 75 per ton atau sekitar 12% dari harga pasar saat ini. 

Mereka melihat potensi upside yang besar bagi ESSA karena terlihat dalam bisnis ini. terutama karena amonia berpotensi menjadi bahan bakar ‘hijau’ kendaraan komersial di masa depan. 

Untuk jangka waktu pendek, Jacquelin melihat produksi masih belum kembali normal, dan saat ini menurutnya utilisasi pabrik hanya sekitar 90%, terlebih lagi akan ada pemeliharaan mesin di kuartal III/2021. “Ketika produksi tidak mencapai target, ESSA dikenakan denda sehingga selling expense akan mengalami kenaikan,” katanya. 

Katalis positif yang akan mempengaruhi ESSA menurut Jacquelin adalah dari harga jual amonia yang lebih tinggi, karena menurutnya saat ini harga amonia berada di angka US$ 600 per mt. 

Ia merekomendasikan beli ESSA dengan target harga Rp 610 per saham.

Selanjutnya: Indeks Kompas100 kedatangan penghuni baru, mana yang menarik?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×