kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -7.000   -0,38%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kinerja Saham Teknologi Diprediksi Masih Belum Positif pada Tahun 2023


Minggu, 13 Agustus 2023 / 20:26 WIB
Kinerja Saham Teknologi Diprediksi Masih Belum Positif pada Tahun 2023
ILUSTRASI. Kinerja saham teknologi di sisa tahun 2023 ini diprediksi masih belum bergairah. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja saham teknologi di sisa tahun 2023 ini diprediksi masih belum bergairah.

Melansir laman BEI, Minggu (13/8), IDX Sector Technology turun 13,84% dari awal tahun ini alias secara year to date (YtD).

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus mengatakan, meskipun tengah menurun, kinerja IDX Sector Technology saat ini lebih baik dibandingkan dengan kinerja sektor dalam 2 tahun terakhir.

Baca Juga: Sentimen Perlambatan Ekonomi Global Membuat Saham Berbasis ESG Semakin Marak di BEI

Secara kinerja keuangan, emiten-emiten sektor teknologi masih dipengaruhi oleh sentimen negatif dari adanya inflasi dan tingkat suku bunga yang masih tinggi.

“Apalagi, ada potensi kenaikan suku bunga masih bisa terjadi sekali lagi hingga akhir tahun 2023. Namun, bisa saja ada kenaikan di tahun 2024,” ungkapnya kepada Kontan, Minggu (13/8).

Nico belum memberikan rekomendasi dan target harga untuk saham-saham di sektor teknologi. Namun, Nico menyarankan setidaknya 2 strategi yang bisa dilakukan emiten teknologi untuk meningkatkan kinerja mereka.

Pertama, emiten teknologi harus mendorong adanya inovasi untuk mengembangkan ekosistem dan bisnis yang dimiliki saat ini.

“Yang namanya teknologi itu tidak bisa berdim diri. Mereka harus tetap mendorong melakukan inovasi ke depannya,” ujarnya.

Baca Juga: Begini Prospek Kinerja Saham Teknologi pada Sisa Tahun 2023

Kedua, menciptakan nilai tambah ke para pengguna, sehingga mampu meningkatkan user engagement dalam menggunakan aplikasi.

Ketika user engagement meningkat, aktivitas transaksi di aplikasi secara langsung bisa ikut meningkat. Menurut Nico, mewujudkan user engagement tidaklah mudah.

Sebab, ketika ekosistem saat ini sudah besar, dibutuhkan langkah lanjutan untuk menciptakan sesuatu yang baru.

“Lalu, perusahaan teknologi pun bisa mendisrupsi sesuatu yang baru di masa mendatang,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×