kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.030   144,36   2,45%
  • KOMPAS100 800   24,44   3,15%
  • LQ45 602   15,37   2,62%
  • ISSI 207   5,96   2,96%
  • IDX30 342   7,40   2,21%
  • IDXHIDIV20 421   7,31   1,77%
  • IDX80 90   2,54   2,89%
  • IDXV30 114   3,40   3,09%
  • IDXQ30 110   2,02   1,87%

Kinerja rata-rata reksadana saham kalah dibanding unitlink saham, ini penyebabnya


Selasa, 10 September 2019 / 21:10 WIB
ILUSTRASI. unitlink


Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi

Hanya saja, mayoritas produk reksadana saham yang beredar cenderung memiliki kinerja yang bervariasi. Dalam hal ini, ada beberapa produk yang bisa menghasilkan return jauh di atas IHSG dan ada pula produk yang justru kinerjanya turun lebih dalam dibandingkan indeks acuan.

Kondisi ini tercipta lantaran beberapa manajer investasi mengelola reksadana saham secara agresif dengan tujuan mengalahkan indeks. Ini memungkinkan reksadana saham berpotensi memiliki pertumbuhan return yang signifikan.

Baca Juga: Agustus, produk unitlink Avrist Assurance raih imbal hasil positif di semua lini

Namun, ketika strategi manajer investasi menemui hambatan, risiko yang dihadapi reksadana saham juga sangat besar.

“Akhirnya ketika dirata-ratakan, kinerja reksadana saham justru cenderung bergerak turun,” kata Edbert, Selasa (10/9).

Di sisi lain, kinerja produk unitlink cenderung lebih seragam. Artinya, selisih imbal hasil antar produk unitlink tidak terpaut jauh. Ada kemungkinan hal ini imbas dari fungsi unitlink yang tak hanya sebagai medium untuk investasi, melainkan juga sebagai proteksi layaknya asuransi.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto menyebut, tingginya kinerja rata-rata unitlink saham tidak bisa dijadikan acuan bahwa instrumen ini lebih baik ketimbang reksadana. Begitu pun ketika situasinya terbalik.

Secara umum, ia yakin baik reksadana saham ataupun unitlink saham sama-sama akan mencatatkan imbal hasil yang positif di sisa tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×