kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45704,52   6,79   0.97%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kinerja moncer sejak awal tahun, penghuni Indeks IDXGrowth30 ini layak koleksi


Minggu, 15 Desember 2019 / 19:04 WIB
Kinerja moncer sejak awal tahun, penghuni Indeks IDXGrowth30 ini layak koleksi
ILUSTRASI. Penjual kopi keliling melintasi layar pergerakan saham di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (13/12).

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak awal tahun, kinerja indeks anyar bentukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), IDXGrowth30 menunjukkan pergerakan yang prima.

Indeks yang berisi 30 saham dengan tren pertumbuhan laba bersih dan kinerja keuangan yang baik ini telah tumbuh 4,66% sejak awal tahun.

Pencapaian ini mengalahkan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sejak awal tahun hingga perdagangan Jumat (13/12) atau secara year-to-date (ytd) hanya menguat tipis 0,05%.

Baca Juga: Kinerja IDX Growth30 melesat jauh dibanding IHSG, ini penyebabnya

Adapun Beberapa emiten yang tercatat dalam kategori Indeks ini diantaranya TLKM, BBCA, BBRI, BBNI, INTP, SMGR, CPIN, TPIA, ICBP, GGRM, BRPT, dan INKP.

Selain itu, ada pula saham TOWR, TBIG, TKIM, ACES, LPKR, JPFA, MYOR, PNBN, PNLF, RALS, hingga SMSM.

Ada beberapa penyebab mengapa kinerja IHSG kalah jauh dibanding dengan IDXGrowth30 menurut beberapa analis.

Head of Research Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma mengatakan, terjegalnya pergerakan IHSG secara YTD salah satunya oleh penurunan harga saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP).

Khusus untuk saham GGRM dan HMSP, Suria mengatakan penurunan kedua saham rokok ini terimbas rencana penerapan cukai rokok yang akan diterapkan tahun depan.

Baca Juga: Kinerja indeks IDX30 melambat, reksadana berbasis indeks terdampak

Namun, harga GGRM dan HMSP memiliki peluang untuk rebound asalkan nantinya efek cukai tidak terlalu mempengaruhi kinerja kedua emiten ini.

“Sebetulnya sekarang sudah price in. Jadi, kalau ternyata nanti efeknya tidak sebesar yang diperkirakan mungkin bisa rebound,” ujar Suria.




TERBARU

Close [X]
×