CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Kinerja membaik, Merck Indonesia (MERK) bidik pertumbuhan 3% di tahun ini


Rabu, 16 Juni 2021 / 20:54 WIB
ILUSTRASI. PT Merck Tbk. KONTAN/Muradi/14/04/2011


Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo

Selain itu, MERK juga menilik peluang positif dari segmen produk diabetes. Evie mengatakan, segmen produk diabetes merupakan salah satu yang produk diunggulkan oleh MERK karena diklaim memiliki varian yang beragam. 

"Saat ini kita baru me-launch indikasi baru untuk produk diabetes ini yaitu prediabetes yang merupakan satu-satunya  di Indonesia dan sudah mendapatkan approval indikasi prediabetes. Jadi kita berharap ini akan menjadi kontribusi yg cukup besar juga," jelas Evie. 

Evie menambahkan, produk concor atau segmen obat penurunan darah tinggi juga berpeluang untuk menghasilkan kontribusi yang positif terhadap pendapatan MERK di tahun ini. Sehingga sebagai prospek bisnis baru, Evie melihat belum banyak kompetitor di lapangan. 

Sementara itu, Direktur Keuangan Merck Bambang Nurcahyo mengatakan bahwa peluang bisnis di tahun ini juga berasal dari kerja samanya dengan P&G Home Product Indonesia. Yang mana, pada 1 Desember lalu, MERK baru saja menjalankan perannya sebagai prinsipal penyedia barang dan jasa secara langsung kepada P&G Home Product Indonesia. 

 

"Kami selalu bisa men-deliver produk-produk yang diminta oleh P&G kemudian juga dengan remunerasi yang cukup atraktif sebesar 15,5% dari harga pokok produksi itu membuat kami cukup optimis untuk menatap 2021," kata Bambang. 

Sehingga di tahun ini, MERK pun mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar EUR 3,3 juta. Direktur MERK Arryo Aritrixso bilang, dana yang bersumber dari kas internal perusahaan tersebut akan digunakan untuk modernisasi, peremajaan fasilitas produksi, serta otomasi dan juga digitalisasi. 

"Karena ke depan tantangan terbesar adalah mempertahankan bahkan meningkatkan efisiensi melalui digitalisasi di fasilitas produksi site di perseroan ini," pungkasnya.  

Adapun, di kuartal I-2021 MERK berhasil membukukan peningkatan pendapatan sebesar 56% menjadi Rp 253 miliar dari semula Rp 162 miliar di periode yang sama tahun lalu. Seiring dengan pertumbuhan tersebut, MERK pun mampu meraih laba sebesar Rp 53 miliar atau meningkat 51% dari laba di kuartal I-2020 senilai Rp 35 miliar. 

Selanjutnya: Emiten farmasi masih punya sentimen positif di tahun 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×