kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kinerja Kalbe Farma (KLBF) tidak bergantung pada kondisi pandemi Covid-19


Kamis, 04 November 2021 / 22:21 WIB
Kinerja Kalbe Farma (KLBF) tidak bergantung pada kondisi pandemi Covid-19
ILUSTRASI. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). KONTAN/Baihaki/2/5/2011


Reporter: Dityasa H. Forddanta | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tidak semua kinerja emiten terkait sektor kesehatan terkerek pandemi Covid-19. Pertumbuhan sejumlah emiten justru ditopang dari penjualan di luar kebutuhan pandemi.

Salah satunya PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Penjualan perusahaan untuk periode sembilan bulan pertama tahun lalu ketika pandemi melanda hanya naik 1,6% secara tahunan menjadi Rp 17,09 triliun. Sedang laba perusahaan naik 5,85%.

Pertumbuhan penjualan KLBF tahun ini justru lebih moncer, dengan kenaikan penjualan 11,72% secara tahunan menjadi Rp 19,08 triliun. Padahal, kasus Covid-19 sempat meledak hingga pada akhirnya berangsur turun memasuki kuartal tiga tahun ini.

Hingga September kemarin, KLBF mencatat laba bersih Rp 2,29 triliun. Angka ini tumbuh 12,83% secara tahunan, lebih tinggi dibanding pertumbuhan antara September 2020 dan 2019. 

Baca Juga: Laba Bersih KLBF Naik 12,8% di Kuartal III

Jika ditelisik lebih lanjut, pertumbuhan terakselerasi oleh kenaikan penjualan per kuartal tiga. Pada periode ini, KLBF mencatat kenaikan penjualan 7,9%secara kuartalan menjadi Rp 6,79 triliun.

Segmen obat generik dan distribusi menjadi penopang utama akselerasi tersebut. Segmen obat generik lompat 13,8% secara kuartalan menjadi Rp 1,49 triliun. "Tren kunjungan pasien non-covid ke instalasi kesehatan pulih, sehingga keterisian rumah sakit untuk pasien reguler juga meningkat," ujar Presiden Direktur KLBF Vidjongtius kepada KONTAN, Kamis (4/11).

 

Sementara, segmen distribusi tumbuh 6,3% secara kuartalan menjadi Rp 2,48 triliun. Menurut Vidjongtius, kenaikan ini juga efek kenaikan pesanan melalui platform digital EMOS dan KlikDokter.

Melihat perfoma KLBF, Head of Research Samuel Sekuritas Suria Dharma merevisi naik pendapatan dan laba bersih masing-masing menjadi Rp 25,18 triliun dan Rp 3,11 triliun. Sebelumnya, pendapatan dan laba bersih masing-masing Rp 24,73 triliun dan Rp 2,93 triliun. Suria mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga lebih tinggi, Rp 1.950 dari sebelumnya Rp 1.750 per saham.

Selanjutnya: Kalbe Farma (KLBF) terus memperkuat bisnis digital

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×