kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kinerja Grup Indofood beragam, begini prospek dan rekomendasi analis


Kamis, 31 Oktober 2019 / 18:25 WIB
Kinerja Grup Indofood beragam, begini prospek dan rekomendasi analis
ILUSTRASI. indomie atau mie instan produksi indofood tbk. Pho KONTAN/Achmad Fauzie

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keempat anak usaha Indofood mencatatkan kinerja keuangan kuartal III-2019  beragam. Buktinya, perusahaan yang bergerak di sektor consumer goods mampu membukukan pertumbuhan positif tapi entitas perusahaan sawit kinerjanya malah melempem.

PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) meraup cuan paling banyak, pendapatan dan labanya mampu tumbuh double digit. 

Adapun PT Indofood Sukses Makmur (INDF) sebagai induk usaha pendapatannya tumbuh single digit tapi labanya melonjak hingga 25% yoy menjadi Rp 3,5 triliun.

Anak usahanya yang bergerak di sektor sawit yakni PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) mencatatkan pendapatan dan laba turun. Adapun PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencatat rugi bersih terutama seiring penurunan harga jual rata-rata produk sawit dan kenaikan beban bunga.   

Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Axton Salim menjelaskan pendapatan yang diraih Indofood sebagai induk usaha pada kuartal III 2019 ini seharusnya sejalan, sebab masih harus dilihat dari GDP growth Indofood.

Baca Juga: Produk konsumen bermerek menyumbang margin terbesar bagi Indofood (INDF)

“Tapi kami cukup senang dengan kinerja yang tercatat saat ini walaupun produk FMCG saat ini lumayan stagnan,” Jelasnya saat ditemui Kontan.co.id di acara CEO Netwroking, Kamis (31/10).

Axton menjelaskan di sisa tahun ini, Indofood masih ada launching produk baru dan beberapa project lainnya. Adapun hingga Desember 2019, Indofood tidak akan keluarkan ekspansi capex lagi tapi lebih ke kampanye produk-produk Indofood. 

Misalnya saja kemarin Indofood baru launching produk baru Chitato.

Direktur Avere Investama Teguh Hidayat melihat pergerakan saham anak-anak usaha Indofood hari ini sejalan dengan laporan keuangan kuartal III 2019 yang dirilis pada hari ini.

“Misalnya saham INDF yang mampu naik hingga 1,32% atau 100 poin ke level Rp 7.700 per saham karena laba Indofood yang bisa tumbuh hingga 25% di luar dari ekspektasi pasar,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Kamis (31/10).

Menurut Teguh laba INDF yang naik sampai 25% mencerminkan perusahaan consumer goods mampu bertahan di tengah banyaknya tekanan politik dalam negeri sepanjang 2019 ini.

Teguh menilai kinerja keuangan INDF hingga akhir September 2019 ini diberatkan anak usahanya yang bergerak di sektor sawit. Rugi bersih yang dibukukan Salim Ivomas dan penurunan penjualan serta laba Lonsum kerap memberi dampak pada pertumbuhan penjualan Indofood secara konsolidasi jadi kurang bagus.




TERBARU

Close [X]
×