kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Kinerja EXCL Diproyeksi Berbalik Cuan pada 2026, Cermati Rekomendasi Sahamnya


Selasa, 14 April 2026 / 15:42 WIB
Kinerja EXCL Diproyeksi Berbalik Cuan pada 2026, Cermati Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. Permintaan Internet yang Kuat Jadi Katalis Positif XLSmart Telecom (EXCL) (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pendapatan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) menunjukkan perbaikan kualitas seiring strategi penyesuaian harga yang mulai membuahkan hasil.

Ke depan, emiten telekomunikasi ini diproyeksikan memasuki fase pembuktian pada 2026, meski masih dibayangi tekanan biaya integrasi dan kebutuhan belanja modal yang besar.

Analis Phintraco Sekuritas, Aditya Prayoga, menilai strategi penyesuaian harga berhasil meningkatkan monetisasi pelanggan. 

Hal ini tercermin dari kenaikan average revenue per user (ARPU) gabungan menjadi Rp 44.800 atau tumbuh 9,27% secara tahunan. Sementara itu, yield data tercatat Rp 2.705 per GB, naik 2,61% secara kuartalan.

Baca Juga: XLSmart Telecom (EXCL) Tebar Dividen Tambahan Rp 2,89 Triliun: Investor Wajib Tahu!

Perbaikan tersebut turut menopang pertumbuhan segmen Data dan Layanan Digital, sehingga pendapatan EXCL sepanjang 2025 meningkat 23,42% menjadi Rp 42,45 triliun.

Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, memproyeksikan kuartal II-2026 akan menjadi periode krusial bagi EXCL.

“Pendapatan 2026 diproyeksikan mencapai Rp 46,46 triliun dengan laba bersih berbalik positif, membaik signifikan dari rugi Rp 4,42 triliun pada 2025,” ujar Abida kepada Kontan, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, prospek tersebut didukung oleh tren kenaikan ARPU yang telah mencapai Rp 44.800 pada kuartal IV-2025, serta kinerja segmen business-to-business (B2B) yang berjalan sesuai target, ditopang meningkatnya permintaan konektivitas korporasi.

Baca Juga: XLSmart Telecom (EXCL) Bagikan Dividen Tambahan Rp 2,89 Triliun

Meski demikian, Abida mengingatkan sejumlah faktor yang perlu dicermati pada kuartal II-2026, antara lain kecepatan pemulihan ARPU di tengah tekanan daya beli, hasil lelang spektrum yang akan menentukan daya saing jaringan, serta dampak pelemahan rupiah terhadap biaya infrastruktur yang masih bergantung pada impor perangkat.

Senada, Aditya menilai pertumbuhan pendapatan EXCL pada 2026 akan sejalan dengan industri.

 

Ia memperkirakan EBITDA dapat tumbuh sekitar dua kali lipat dari laju pertumbuhan pendapatan, mencerminkan fokus pada ekspansi berkualitas dan leverage operasional pasca integrasi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×