kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45995,71   -11,93   -1.18%
  • EMAS988.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Kinerja Emiten Farmasi Lebih Baik Dibanding Rumah Sakit, Ini Rekomendasi Sahamnya


Jumat, 13 Mei 2022 / 21:06 WIB
Kinerja Emiten Farmasi Lebih Baik Dibanding Rumah Sakit, Ini Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. Pekerja memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/5/2022). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.


Reporter: Kenia Intan | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten sektor kesehatan sudah merilis laporan keuangan sepanjang tiga bulan pertama tahun 2022. Hasilnya, beberapa kinerja emiten terlihat lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau secara year on year (yoy). Kinerja yang lesu ini mayoritas dialami oleh emiten-emiten rumah sakit. 

Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandu Dewanto menanggapi, penurunan secara tahunan yang dialami emiten-emiten rumah sakit dipengaruhi oleh membaiknya penyebaran Covid-19. Bahkan, varian Omicron yang sempat merebak di awal tahun ini, tidak serta merta meningkatkan hospitality rate

"Hal ini tentu memangkas kontribusi pendapatan dari segmen covid yang tahun lalu menjadi faktor utama kencangnya pertumbuhan pendapatan emiten rumah sakit," jelasnya kepada Kontan.co.id, Jumat (13/5). 

Selain itu, diturunkannya tarif tes covid seperti PCR dan antigen oleh pemerintah juga turut memangkas profit margin sehingga kinerja tahun ini cenderung melorot.

Baca Juga: Kinerja Puradelta Lestari (DMAS) Membaik, Begini Rekomendasi Sahamnya

Adapun secara year on year, kinerja emiten-emiten farmasi di kuartal I tahun 2022 memang lebih baik dibandingkan kinerja emiten-emiten rumah sakit. Sejumlah emiten farmasi yang sudah merilis laporan keuangannya mencatat peningkatan baik dari sisi top line maupun bottom line-nya.

"Untuk tahun ini kami melihat memang sektor farmasi lebih prospektif jika dibanding dengan emiten rumah sakit," jelasnya kepada Kontan.co.id, Jumat (13/5). 

Pandu mencermati, kinerja emiten farmasi di tiga bulan pertama tahun 2022 ini cenderung lebih tinggi dibanding rata-rata histortisnya. Faktor yang menopang adalah membaiknya kondisi ekonomi dan rantai pasokan yang lebih lancar pasca pelonggaran pembatasan perjalanan. 

Oleh karenanya, di tahun 2022 ini outlook emiten-emiten farmasi terlihat positif. Jika kinerja di kuartal I 2022 ini dapat dipertahankan berpotensi menorehkan rekor kinerja pada akhir tahun nanti. 

Berbeda, outlook emiten-emiten rumah sakit di tahun 2022 cenderung negatif karena adanya penurunan kontribusi pendapatan dari pasien Covid-19 yang cukup signifikan dari tahun lalu. Sepengamatannya, kontribusi yang hilang tersebut belum dapat ditutup dari segmen lain. 

Baca Juga: Harga Batubara Masih Solid, Ini Rekomendasi Saham Emiten Batubara dari Analis

Mempertimbangkan kondisi sektor kesehatan di atas, Pandu lebih menjagokan saham farmasi, khususnya KLBF, mengingat kinerjanya di kuartal I 2022 yang melebihi ekspektasi. "Didukung diversifikasi pendapatan yang berasal dari beragam segmen seperti obat resep, distribusi, nutrisi dan suplemen yang kesemuanya mencatatkan pertumbuhan positif," jelasnya. 

Asal tahu saja, di kuartal I 2022 ini KLBF mengalami kenaikan laba hingga 16% yoy. Perolehan ini lebih tinggi dibanding target manajemen yang beberapa waktu lalu mematok pertumbuhan 10% hingga 15%. Ini menambah keyakinan Pandu bahwa kinerja KLBF di tahun ini akan cukup kuat. 

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×