kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kinerja belum positif, pergerakan saham Krakatau Steel (KRAS) masih berat


Senin, 27 Januari 2020 / 21:54 WIB
Kinerja belum positif, pergerakan saham Krakatau Steel (KRAS) masih berat
ILUSTRASI. Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Reporter: Kenia Intan | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Krakatau Steel (KRAS) terkoreksi 4,41% ke  Rp 260 per Senin (27/1). Koreksi ini bukan hal baru bagi perusahaan baja plat merah itu. 

Berdasarkan RTI Business, sejak awal tahun harga saham KRAS terus menurun 14,47%. Pelemahan sudah terlihat sejak lima tahun terakhirr, saham KRAS terkoreksi hingga 46,75%. 

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama melihat pergerakan saham KRAS ke depannya masih akan berat. 

Baca Juga: Restrukturisasi utang butuh waktu, simak rekomendasi analis untuk saham KRAS

"Kinerjanya tidak positif ya (kinerja fundamental), valuasi, DER-nya juga tinggi," kata Nafan ketika dihubungi Kontan.co.id, Senin (27/1). 

Menurut Nafan, komitmen KRAS dalam merestrukturisasi utangnya setahun belakangan ini belum mampu mengerek kinerja. 

Berdasar laporan keuangan Krakatau Steel hingga kuartal III-2019, pendapatan KRAS menurun 17,32% year on year (yoy) menjadi US$ 1,05 miliar. Pada kuartal III 2019, KRAS juga mencatatkan kerugian sebesar US$ 211,91 juta, membengkak dari periode yang sama di tahun lalu yang sebesar US$37,38 juta. 

Pembengkakan rugi bersih ini didorong oleh restrukturisasi utang yang mencapai puncaknya di semester I-2019, serta banjir impor baja yang sudah terjadi selama 1,5 tahun terakhir. 

Menurut Nafan, jika komitmen restrukturisasi utang itu memang ditujukan untuk jangka panjang, maka ke depannya Krakatau Steel bisa lebih fokus pada teknologi metalurgi yang digunakan. 

Sehingga kualitas baja yang diproduksi meningkat dan dapat bersaing dengan produk-produk baja impor. 

Mengingat, selama ini tantangan industri baja dalam negeri adalah harga dan kualitas yang kurang bersaing dengan produk impor. 

Selain teknologi, infrastruktur pun menjadi poin penting sehingga baja lokal bisa bersaing dengan produk impor. 

Baca Juga: Revisi Aturan Impor Baja Tengah diproses

Nafan merekomendasikan hold saham KRAS dengan estimasi target harga di Rp 250. Nafan juga mengingatkan investor untuk benar-benar memperhatikan kinerja keuangan Krakatau Steel. Termasuk, finalisasi laporan keuangan setahun penuh. 

"Kalau bisa di atas ekspektasi kita. Investor bisa berekspektasi positif terkait dengan pergerakan harga saham Krakatau Steel ke depan," kata Nafan.




TERBARU

Close [X]
×