kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   20.000   0,71%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Kinerja Astra (ASII) Diprediksi Moderat hingga Sisa Akhir Tahun 2026, Ini Sebabnya


Jumat, 24 April 2026 / 13:21 WIB
Kinerja Astra (ASII) Diprediksi Moderat hingga Sisa Akhir Tahun 2026, Ini Sebabnya
ILUSTRASI. Menara Astra (Dok/ASII )


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Astra International Tbk (ASII) hingga akhir tahun 2026 diperkirakan bergerak moderat dengan kecenderungan stabil. 

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama berpendapat tekanan pada segmen otomotif masih akan berlanjut seiring daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya serta suku bunga yang relatif tinggi, sehingga berdampak pada penjualan kendaraan dan pembiayaan. 

Selain itu, segmen alat berat dan pertambangan juga berpotensi tertekan akibat normalisasi harga komoditas, khususnya batubara, yang memengaruhi permintaan alat berat dan jasa kontraktor tambang.

Di sisi lain, segmen jasa keuangan diproyeksikan menjadi penopang utama pertumbuhan, didukung oleh ekspansi pembiayaan dan margin yang masih terjaga.

Baca Juga: Presdir Astra (ASII) Beri Bocoran Dua Lini Bisnis yang Tertekan pada Kuartal I-2026

Lini agribisnis juga berpotensi memberikan kontribusi positif apabila harga CPO tetap berada pada level yang solid. 

"Dengan kombinasi tersebut, kinerja ASII diperkirakan mencatat pertumbuhan terbatas, cenderung flat hingga low single digit hingga akhir tahun," ujar Elandry kepada Kontan, Kamis (23/4/2026) malam. 

Investment Specialist Head Bahana Sekuritas, Chisty Maryani, menyebutkan bahwa motor utama kinerja ASII berasal dari segmen jasa keuangan.

 

Sementara itu, sejumlah sektor berpotensi mengalami pemulihan, seperti otomotif, yang didukung rencana penerapan pajak tahunan kendaraan listrik serta bisnis autoparts dan trading & manufacturing yang masih menunjukkan pertumbuhan.

Dari sisi pertambangan melalui UNTR, pemulihan juga diharapkan datang dari peningkatan volume penjualan emas pada semester II setelah tambang Martabe kembali beroperasi.

Baca Juga: Astra International (ASII) Gelontorkan Capex Rp 36 Triliun di Tahun 2026

Dalam mencermati prospek kinerja ASII, investor perlu memperhatikan beberapa faktor utama.

Pertama, pergerakan harga komoditas seperti batubara dan CPO yang sangat memengaruhi kinerja segmen alat berat dan agribisnis.

Kedua, arah suku bunga dan kondisi daya beli masyarakat, yang akan berdampak langsung pada penjualan otomotif dan pertumbuhan pembiayaan.

Selain itu, strategi belanja modal (capex) yang meningkat menjadi Rp 36 triliun juga menjadi perhatian. Investor perlu mencermati efektivitas alokasi investasi tersebut dalam mendorong pertumbuhan jangka panjang, termasuk potensi ekspansi ke sektor baru seperti kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Stabilitas kontribusi dari lini jasa keuangan juga penting untuk menjaga keseimbangan kinerja di tengah tekanan sektor siklikal.

Baca Juga: Astra International (ASII) Kuasai 49% Pangsa Pasar Otomotif pada Awal 2026

Chisty menambahkan, pelaku pasar juga perlu menunggu hasil strategic review manajemen ASII yang berpotensi diumumkan pada semester I-2026.

"Selain itu penting juga untuk melihat data penjualan mobil dan motor yang dirilis secara bulanan. Serta progress dari tambang emas Martabe," tambah Chisty.




TERBARU

[X]
×