kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.515.000   27.000   1,09%
  • USD/IDR 16.760   20,00   0,12%
  • IDX 8.859   111,06   1,27%
  • KOMPAS100 1.218   13,00   1,08%
  • LQ45 860   7,77   0,91%
  • ISSI 321   6,07   1,93%
  • IDX30 442   3,55   0,81%
  • IDXHIDIV20 516   4,55   0,89%
  • IDX80 135   1,55   1,16%
  • IDXV30 142   1,46   1,04%
  • IDXQ30 142   1,34   0,96%

Kinerja Adaro Andalan Melemah, Laba Bersih Anjlok 50% di Semester I-2025


Sabtu, 30 Agustus 2025 / 21:54 WIB
Kinerja Adaro Andalan Melemah, Laba Bersih Anjlok 50% di Semester I-2025
ILUSTRASI. Pencatatan perdana saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (5/12/2024). (KONTAN/Ridwan Mulyana)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatat penurunan kinerja keuangan pada paruh pertama 2025. 

Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan usaha AADI turun 9,77% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi US$ 2,40 miliar. 

Pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan tercatat US$ 2,66 miliar.

Pelemahan terutama dipicu turunnya penjualan batubara ke pasar ekspor. Penjualan ekspor AADI merosot 11,84% yoy menjadi US$ 1,86 miliar, dari sebelumnya US$ 2,11 miliar pada semester I-2024. 

Baca Juga: Sejumlah Bank Kecil Berhasil Cetak Kenaikan Laba Signfikan pada Semester I-2025

Ekspor sendiri masih menjadi penyumbang utama pendapatan perusahaan.

Sejalan dengan itu, beban pokok pendapatan ikut turun 9,57% yoy menjadi US$ 1,70 miliar. Beban usaha juga menyusut 15,18% yoy menjadi US$ 114,24 juta dari US$ 134,68 juta pada periode yang sama tahun lalu.

 

Meski beban menurun, laba usaha AADI tetap tertekan. Laba usaha tercatat turun 35,51% yoy menjadi US$ 609,02 juta, dibandingkan US$ 944,33 juta pada semester I-2024.

Penurunan paling tajam terlihat pada laba bersih. 

Baca Juga: Pendapatan Naik, Laba Astra Otoparts (AUTO) Terkoreksi di Semester I-2025

AADI membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 428,68 juta, anjlok 50,09% yoy dari US$ 858,92 juta setahun sebelumnya.

Adapun total aset AADI per akhir Juni 2025 tercatat US$ 6,09 miliar, turun 1,67% dibandingkan posisi akhir 2024 yang senilai US$ 5,99 miliar.
 

Selanjutnya: Valuasi IHSG Menarik, Dana Asing Terus Masuk ke Pasar Saham Indonesia

Menarik Dibaca: Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Sabtu (30/8/2025) Kompak Naik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×