kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Ketegangan AS–China Bisa Dorong Emas Antam ke Rp 2,9 Juta per Gram di Akhir Tahun


Rabu, 15 Oktober 2025 / 04:16 WIB
Ketegangan AS–China Bisa Dorong Emas Antam ke Rp 2,9 Juta per Gram di Akhir Tahun
ILUSTRASI. Harga emas terus melanjutkan penguatan setelah mendapat katalis positif dari meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga emas terus melanjutkan penguatan setelah mendapat katalis positif dari meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Mengutip Trading Economics, Selasa (14/10/2025) pukul 14.46 WIB, harga emas berada di posisi US$ 4.121 per troi ons, naik 2,75% dalam sepekan dan melonjak 56,05% secara year to date (ytd).

Tiffani Safinia, Research & Development ICDX, mengatakan kenaikan harga emas ditopang oleh dua faktor utama: meningkatnya tensi perang dagang AS–China dan ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed.

Ia menyoroti pernyataan Presiden AS Donald Trump pada Jumat (10/10/2025) yang mengumumkan berakhirnya gencatan senjata tarif dengan Beijing. Langkah ini justru memicu kekhawatiran baru terhadap rantai pasok global dan memperburuk sentimen risiko di pasar keuangan.

“Dalam kondisi ketidakpastian, permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas menguat, sejalan dengan naiknya aliran dana ke ETF berbasis emas dan pembelian signifikan oleh sejumlah bank sentral,” ujar Tiffani kepada KONTAN, Selasa (14/10/2025).

Baca Juga: Harga Emas Tinggi, Pembiayaan Gadai Emas Pergadaian Naik 33,43% per Agustus 2025

Dari sisi kebijakan moneter, menurut CME FedWatch, pasar kini menilai peluang 97% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober 2025, serta 100% peluang untuk pemangkasan tambahan sebesar 25 bps pada Desember 2025.

Ekspektasi ini semakin menguat setelah sejumlah pejabat The Fed menegaskan perlunya kebijakan yang lebih longgar guna menahan perlambatan ekonomi di tengah tekanan eksternal. Sementara itu, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun bertahan di kisaran 3,85%, mencerminkan sikap hati-hati pasar terhadap prospek pertumbuhan dan inflasi.

Tiffani menambahkan, dari sisi permintaan fisik, pembelian emas oleh bank sentral dunia terus meningkat. Data terbaru World Gold Council menunjukkan total akumulasi pembelian emas bank sentral mencapai lebih dari 60 ton sepanjang kuartal III-2025, terutama berasal dari Tiongkok, India, dan Turki.

“Arus masuk ke ETF berbasis emas juga tercatat naik dua minggu berturut-turut. Pasar kini menanti data inflasi PCE AS yang akan rilis pada akhir pekan ini,” imbuhnya.

Secara teknikal, Tiffani memproyeksikan level support terdekat harga emas berada di kisaran US$ 4.033–US$ 3.956, sementara resistance terdekat di US$ 4.152–US$ 4.194. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam berada di US$ 3.837, dan resistance jangka menengah di area US$ 4.313.

Baca Juga: Perang Dagang AS & China Kian Panas, Analis Ramalkan Emas Bisa Melaju ke US$ 4.400




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×