kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.738   31,00   0,19%
  • IDX 8.707   60,53   0,70%
  • KOMPAS100 1.199   5,82   0,49%
  • LQ45 848   1,07   0,13%
  • ISSI 313   4,24   1,37%
  • IDX30 436   -1,13   -0,26%
  • IDXHIDIV20 508   -1,51   -0,30%
  • IDX80 133   0,68   0,51%
  • IDXV30 139   0,27   0,19%
  • IDXQ30 140   -0,34   -0,24%

Kerugian Peretasan Kripto Desember 2025 Turun 60%, Tetap Waspada Serangan


Jumat, 02 Januari 2026 / 09:08 WIB
Kerugian Peretasan Kripto Desember 2025 Turun 60%, Tetap Waspada Serangan
ILUSTRASI. FINTECH-CRYPTO/LEVERAGE (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Cointelegraph | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Kerugian akibat peretasan dan eksploitasi keamanan siber di industri kripto tercatat menurun signifikan pada Desember.

Melansir Cointelegraph Jumat (2/1/2026), perusahaan keamanan blockchain PeckShield mencatat total kerugian sepanjang Desember 2025 mencapai sekitar US$76 juta, turun 60% dibandingkan kerugian pada November yang mencapai US$194,2 juta.

Meski demikian, pengguna kripto masih kehilangan dana dalam jumlah besar akibat berbagai modus serangan siber yang umum terjadi.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp 16.000 Jadi Rp 2.504.000 per Gram Hari Ini Jumat (2/1)

PeckShield mencatat terdapat 26 kasus eksploitasi besar di industri kripto selama Desember.

Salah satu kasus terbesar adalah address poisoning scam yang menyebabkan seorang pengguna kehilangan sekitar US$50 juta.

Modus ini dilakukan dengan cara mengirim sejumlah kecil aset kripto dari alamat dompet palsu yang dibuat sangat mirip dengan alamat dompet sah milik korban.

Biasanya, alamat palsu tersebut memiliki kemiripan pada beberapa karakter awal dan akhir, sehingga pelaku berharap korban tidak menyadari perbedaannya dan secara tidak sengaja mengirim dana ke alamat palsu dengan memilihnya dari riwayat transaksi tanpa memeriksa seluruh karakter alamat.

Selain itu, PeckShield juga melaporkan kasus kebocoran private key pada peretasan dompet multi-signature yang mengakibatkan kerugian sekitar US$27,3 juta.

Meskipun penurunan nilai kerugian total menjadi sinyal positif, PeckShield mengingatkan pengguna kripto untuk tetap waspada dan menerapkan langkah-langkah keamanan guna menghindari penipuan serta risiko keamanan siber yang masih marak.

Baca Juga: IHSG Diprediksi Menguat di Perdagangan Hari Pertama 2026, Cek Saham Pilihan Analis

Tips Mengurangi Risiko Eksploitasi Kripto

PeckShield menyoroti beberapa insiden besar sepanjang Desember, termasuk peretasan Trust Wallet saat libur Natal yang menguras dana pengguna hingga US$7 juta, serta peretasan protokol Flow dengan kerugian sekitar US$3,9 juta.

Kasus Trust Wallet diketahui menyerang ekstensi browser dompet tersebut. Dompet berbasis browser memiliki karakteristik selalu terhubung ke internet, sehingga dinilai lebih rentan terhadap ancaman keamanan siber tertentu.

Sebagai langkah pencegahan, penggunaan hardware wallet perangkat penyimpanan offline yang menyerupai USB dinilai sebagai salah satu metode paling aman untuk menyimpan private key aset kripto.

Baca Juga: Bursa Asia Pasifik Dibuka Beragam di Awal 2026, Singapura Catat Pertumbuhan Kuat

Selain itu, pengguna juga dapat meminimalkan risiko address poisoning scam dengan memeriksa setiap karakter alamat dompet tujuan secara teliti sebelum mengirim dana, alih-alih hanya sekilas melihat alamat atau memilihnya langsung dari daftar riwayat transaksi.

Selanjutnya: Melonjak, Cek Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 2 Januari 2026

Menarik Dibaca: Melonjak, Cek Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 2 Januari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×