kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.002   -47,00   -0,28%
  • IDX 7.158   109,65   1,56%
  • KOMPAS100 989   17,29   1,78%
  • LQ45 725   9,52   1,33%
  • ISSI 256   4,47   1,78%
  • IDX30 392   3,82   0,98%
  • IDXHIDIV20 487   -0,41   -0,08%
  • IDX80 111   1,78   1,62%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,20   0,95%

Kerugian Garuda Indonesia naik lima kali lipat


Rabu, 25 Oktober 2017 / 13:26 WIB


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) masih mencatatkan hasil buruk di kuartal III-2017. Kerugian perusahaan penerbangan pelat merah ini justru mencatatkan kenaikan ke level US$ 222,04 juta. Pada periode yang sama di tahun sebelumnya GIAA mencatat rugi sebesar US$ 44,01 juta.

Mengutip laporan keuangan yang dirilis oleh GIAA pada keterbukaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/10), pendapatan GIAA mencapai US$ 3,11 miliar. Pendapatan ini  naik 8,6% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yakni sebesar US$ 2,86 miliar.

Dari total pendapatan, penerbangan berjadwal masih mengontribusi pendapatan terbesar Garuda, yakni US$ 2,52 miliar. Sementara itu penerbangan tidak berjadwal menyumbang sekitar US$ 256 juta. GIAA memperoleh pendapatan dari pendapatan lainnya sebesar US$ 332 juta.

Beban operasional penerbangan masih menjadi beban terbesar GIAA, yakni US$ 1,86 miliar. Beban operasional penerbangan ini meningkat ketimbang sembilan bulan pertama tahun lalu sebesar US$ 1,63 miliar.

Kenaikan beban usaha terjadi hampir di seluruh pos. Total beban usaha GIAA naik 12,54%, lebih tinggi ketimbang kenaikan pendapatan emiten penerbangan ini. Total beban usaha GIAA hingga akhir September 2017 mencapai US$ 3,23 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×