kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.897   27,00   0,16%
  • IDX 8.885   -0,10   0,00%
  • KOMPAS100 1.232   5,72   0,47%
  • LQ45 874   7,20   0,83%
  • ISSI 324   0,25   0,08%
  • IDX30 446   5,56   1,26%
  • IDXHIDIV20 530   9,50   1,83%
  • IDX80 137   0,76   0,56%
  • IDXV30 146   2,23   1,55%
  • IDXQ30 143   1,91   1,35%

Kepemilikan bank umum dan asing di pasar SUN nyaris ekuivalen


Kamis, 03 Maret 2011 / 15:05 WIB
Kepemilikan bank umum dan asing di pasar SUN nyaris ekuivalen
ILUSTRASI. Direktur Utama PT Asabri (Persero) Sonny Widjaja (kiri) didampingi Direktur Keuangan dan Investasi Rony Hanityo Apriyanto (kanan) melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR di Gedung Parlemen, Senayan, jakarta, Rabu (29/1/2020). RDP terseb


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Likuditas masih terus membanjiri Indonesia. Data Direktorat Dirjen Pengelolaan Utang (DJPU) menunjukan, kepemilikan bank umum dan asing di Surat Utang Negara (SUN) hampir ekuivalen.

Rinciannya, per 1 Maret 2011, kepemilikan bank umum di pasar SUN sebesar Rp 223,40 triliun. Naik 1,12% dari akhir Februari yang sebesar Rp 220,92 triliun. Sedangkan kepemilikan asing tercatat bertambah 0,1% dari Rp 200,40 triliun menjadi Rp 200,61 triliun.

Artinya, selisih kepemilikan bank umum dan asing hanya sebesar Rp 22,79 triliun. Kondisi berbeda terjadi diakhir 2009. Selisih kepemilikan tersebut mencapai Rp 146,36 triliun. Rinciannya, bank umum Rp 254,36 triliun dan asing Rp 108 triliun.

Tapi likuiditas yang banjir ini tak akan membuat rupiah begerak liar. Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution mengatakan BI masih akan menjaga rupiah di level Rp 8.700 per dollar AS. Artinya, jika rupiah terus dijaga, ongkos moneter yang harus ditanggung bank sentral semakin besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×