kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Kepemilikan Bank di SBN Berpotensi Menurun di 2022


Kamis, 13 Januari 2022 / 21:13 WIB
ILUSTRASI. Di 2020-2021 likuiditas perbankan membanjiri pasar surat berharga negara (SBN).


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di 2020-2021 likuiditas perbankan membanjiri pasar surat berharga negara (SBN). Kepemilikan bank di SBN pun terus bertumbuh sejak dua tahun terakhir. Namun, analis memproyeksikan di 2022 jumlah kepemilikan bank di SBN berpotensi menurun. 

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, jumlah kepemilikan bank di SBN di awal tahun hingga 11 Januari 2022 mencapai Rp 1.646 triliun. Jumlah tersebut naik dari akhir 2021 yang mencapai Rp 1.591 triliun. Sementara, di akhir 2020 jumlah kepemilikan bank di SBN sebesar Rp 1.375 triliun. 

Fund Manager Fixed Income Sucorinvest Asset Management Gama Yuki memproyeksikan jumlah maupun porsi kepemilikan bank di SBN berpotensi menurun karena, pertama, kondisi ekonomi mulai membaik dengan pandemi Covid-19 yang mulai mereda. "Bisnis mulai berjalan dan bank dapat menyalurkan kredit walaupun belum normal seperti sebelumnya," kata Gama, Kamis (13/1). 

Baca Juga: Sejak Pandemi, Kepemilikan Bank di SBN Terus Meningkat

Kedua, kondisi likuiditas di pasar keuangan juga mulai terbatas karena sektor riil yang mulai bangkit. Alhasil, kenaikan dana pihak ketiga (DPK) di bank tidak akan tinggi seperti dua tahun lalu. 

"Jika kondisi pandemi terus membaik dan kredit mulai berjalan dengan normal maka kepemilikan bank di SBN akan mulai sedikit demi sedikit berkurang," kata Gama. 

Baca Juga: Pemerintah Ubah Mekanisme Penjualan dan Buyback SBSN Valas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×