kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Kenaikan harga minyak juga menyebabkan mata uang regional terpuruk


Senin, 07 Maret 2011 / 11:10 WIB
ILUSTRASI. Walau turun di bulan Januari 2020, dana kelolaan reksadana sepanjang tahun ini masih bisa naik 10%.


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SEOUL. Mata uang Asia pagi ini keok. Data Bloomberg menunjukkan, won Korea Selatan dan peso Filipina mengalami penurunan paling besar. Rupanya, lonjakan harga minyak dunia dikhawatirkan akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global, sehingga memperburuk outlook ekspor untuk kawasan Asia.

"Kenaikan harga minyak kemungkinan akan menghambat pertumbuhan ekonomi global. Hal itu akan berdampak negatif bagi Asia karena kawasan regional sangat bergantung dari permintaan eksternal," jelas Hideki Hayashi, global economist Mizuho Securities Co di Tokyo.

Pada pukul 11.41 waktu Seoul, won melemah 0,2% menjadi 1.117,25 per dollar. Sementara, ringgit Malaysia melemah 0,1% menjadi 3,0300.

Di negara Asia lainnya, dollar Taiwan menguat 0,2% menjadi NT$ 29,40. Sementara, rupiah Indonesia, baht Thailand, dan dollar Singapura tak banyak berubah di posisi 8.791, 30,46, dan S$ 1,2666.

Sekadar tambahan informasi, kontrak harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam 29 bulan terakhir di atas level US$ 105 sebarel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×