kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Kena kasus lagi, otoritas bursa belum akan suspen saham MEGA


Selasa, 10 Mei 2011 / 15:00 WIB
Kena kasus lagi, otoritas bursa belum akan suspen saham MEGA
ILUSTRASI. Presiden China Xi Jinping 3 Mei 2020 dalam tangkapan layar TV.


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kasus penyelewangan dana nasabah yang kembali menerpa PT Bank Mega Tbk (MEGA) tak serta-merta membuat otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan sanksi penghentian sementara (suspensi) atas saham MEGA.

Setelah kasus pembobolan deposito PT Elnusa Tbk (ELSA) senilai Rp 111 miliar, kini MEGA kembali tersandung kasus raibnya dana Pemkab Batu Bara (Sumut) senilai Rp 80 miliar.

"Posisi bursa tidak menghakimi. BEI menyerahkan kewenangan kepada Bank Indonesia selaku regulator perbankan, Kejaksaan, Kepolisian. Hal itu kan butuh penyelidikan yang mendalam," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito, Selasa (10/5).

Menurut Eddy, bagi bursa yang terutama adalah keterbukaan informasi dari pihak-pihak terkait. Sejauh ini bursa sudah meminta MEGA memberikan keterangan. Menurut Eddy saat ini otoritas bursa belum mengategorikan pergerakan saham MEGA ke dalam unusual market activities (UMA).

Selama keterbukaan dilakukan dengan baik dan pergerakan saham masih dalam kisaran wajar, BEI belum melihat perlunya dilakukan suspensi.

"Kalau suspen malah nanti menghambat investor keluar dan masuk," tandas Eddy.

Sekadar tambahan informasi, pada pukul 14.57, saham MEGA naik 1,45% menjadi Rp 3.500.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×