kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kemkeu belum mau buka-bukaan soal penerbitan green bond


Jumat, 23 Februari 2018 / 21:02 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia dikabarkan telah berhasil menjual green bond atau obligasi hijau senilai US$ 1,25 miliar. Namun, pemerintah masih belum mau berkomentar banyak perihal transaksi obligasi berbasis syariah (sukuk) tersebut. 

Berdasarkan laporan Reuters, Jumat  (23/2), Indonesia menjadi negara pertama yang menjual green bond syariah. Obligasi tersebut memiliki tenor lima tahun dengan kupon sebesar 3,75%.

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemkeu, Suminto belum bisa merinci terkait penjualan green bond syariah oleh pemerintah. “Memang benar kabar tersebut, tapi kami tidak bisa berkomentar secara resmi karena belum ada rilisnya,” katanya ketika dihubungi Kontan.co.id, Jumat (23/2).

Ia menyebut, saat ini, green bond sukuk yang dijual pemerintah masih berada dalam tahap settlement. Karena sudah menjadi peraturan di pasar modal, selama tahap itu berlangsung pemerintah tidak diperkenankan mengungkapkan lebih jauh mengenai green bond kepada publik. "Tunggu beberapa hari lagi," ucapnya.

Meski begitu, Suminto mengaku secara implisit, green bond syariah yang dijual pemerintah pada tahun ini akan dicatatkan di bursa yang sama seperti penerbitan sukuk global tahun lalu. Asal tahu saja, tahun lalu pemerintah menerbitkan sukuk global yang dicatatkan di Singapore Stock Exchange dan Nasdaq Dubai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×