kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kelolaan reksadana pasar uang naik paling tajam


Rabu, 13 September 2017 / 17:52 WIB


Reporter: Dimas Andi | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - Dana kelolaan reksadana pasar uang mencatatkan pertumbuhan terbesar selama delapan bulan di tahun ini. Per akhir Agustus 2017,  kelolaan reksadana pasar uang tumbuh hingga 67,59%, melampaui rata-rata pertumbuhan reksadana keseluruhan yaitu hanya 25,93%.

Berdasarkan data Infovesta Utama, dana kelolaan reksadana pasar uang per Agustus 2017 meningkat pesat menjadi Rp 53,36 triliun, dari Rp 31,84 triliun pada Agustus 2016.

Plt CEO Sucor Asset Management Jemmy Paul Wawointana, mengatakan, turunnya suku bunga acuan dan harga Surat Berharga Negara (SBN) menjadi penyebab pertumbuhan reksadana pasar uang sangat pesat. “Jadi orang-orang banyak yang mengalihkan deposito ke pasar uang,” katanya.

Direktur Pemasaran Syailendra Capital, Harnugama berpendapat, reksadana pasar uang banyak diminati investor ritel yang bukan risk taker dan menyukai investasi jangka pendek. "Karena return reksadana pasar uang sedikit di atas deposito," ujarnya.

Kata Harnugama, pada portofolio reksadana pasar uang memungkinkan adanya obligasi jangka pendek dengan durasi kurang dari satu tahun. Di saat suku bunga acuan sedang turun, harga obligasi meningkat. Sehingga, imbal hasil dana kelolaan reksadana pasar uang dipercaya cukup menarik di mata para investor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×