kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Kelebihan produksi menekan harga platinum


Sabtu, 08 Desember 2018 / 20:30 WIB

Kelebihan produksi menekan harga platinum


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fundamental yang buruk membuat harga platinum tak mampu kembali ke atas level harga US$ 800 per ons troi. Bahkan, analis memprediksi, harga komoditas logam mulia yang satu ini terus tertekan hingga semester I-2019 mendatang.

Kemarin, harga platinum kontrak pengiriman Januari 2019 di New York Mercantile Exchange melemah tipis 0,05% menjadi US$ 789,20 per ons troi. Namun, dalam hitungan sepekan, harganya sudah anjlok 1,33%

Andri Hardianto, analis Asia Trade Point Futures mengatakan, sentimen negatif memang masih menaungi harga platinum. Yang paling utama adalah membengkaknya suplai platinum global. Sayangnya hal ini tak dibarengi oleh kenaikan permintaan. Mengingat, dari sisi permintaan platinum justru berkurang.

Alhasil, terjadilah oversupply pada komoditas logam mulia ini. Data World Platinum Investment Council mencatata bahwa oversupply yang terjadi pada platinum di tahun ini mencapai 505.000 ons. Sementara, untuk tahun depan diperkirakan bisa berkurang tapi masih sebesar 455.000 ons, kata dia, Jumat (7/12).

Penurunan permintaan paling besar datang dari China dan India. Padahal kedua negara ini merupakan salah satu importir besar untuk platinum. Biasanya, China dan India mengandalkan platinum untuk industri perhiasan.

Keduanya lebih memilih menggunakan emas untuk bahan perhiasan," tambah Andri. Apalagi harga emas sedang dalam tren penurunan sehingga harganya lebih menarik untuk dijadikan bahan baku perhiasan. Selain sektor perhiasan, permintaan dari sektor otomotif juga berkurang.

Ini membuat tren penurunan harga platinum diprediksi berlanjut hingga tahun depan. Hitungan Andri, paling tidak hingga akhir semester I-2019. "Kalau pun menguat hanya teknikal saja," tegas dia.

Karena itu, ia memprediksi di akhir tahun 2018, harga platinum terus merosot hingga US$ 760 per ons troi.

Secara teknikal, Andri melihat harga platinum berada di atas moving average (MA) 50, MA100 dan MA200. Ini mengindikasikan koreksi lanjutan. Begitu juga dengan indikator relative strength index (RSI ) yang berada di area 14 dan indikator stochastic di level 22,2. Sama halnya dengan indiaktor moving average convergence divergence MACD yang mengindikasi jual karena berada di area negatif 13,50.


Reporter: Jane Aprilyani

Video Pilihan


Close [X]
×