kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Kejar target 2011, Indofarma akan merilis 12 obat baru


Selasa, 15 November 2011 / 07:45 WIB
Kejar target 2011, Indofarma akan merilis 12 obat baru
ILUSTRASI. Bayi susah buang air besar bisa diatasi dengan memijat perut bagian bawahnya. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. PT Indofarma Tbk (INAF) terus berupaya mengejar target penjualan sebesar Rp 1,6 triliun tahun ini. Untuk itu, produsen obat ini berencana mengeluarkan produk obat baru lagi hingga akhir tahun ini.

Manajemen INAF menuturkan, saat ini obat-obat baru tersebut tengah dalam proses registrasi. "Kami menargetkan akan mengeluarkan 12 obat baru lagi," kata John Sebayang, Direktur Keuangan INAF kepada KONTAN, beberapa waktu lalu.

John menuturkan, INAF mendaftarkan sekitar 40 jenis obat baru setiap tahun. Hanya saja, biasanya proses registrasi obat ini memakan waktu cukup lama, sehingga sulit diterbitkan secara keseluruhan di tahun yang sama. Selain itu, faktor perubahan harga juga kerap menyebabkan perusahaan farmasi plat merah ini menunda peluncuran obat.

ohn menuturkan, seringkali ketika registrasi obat selesai, biaya produksi obat tersebut naik, sehingga otomatis membuat harga obat tidak ekonomis lagi. Karena itu, hingga akhir tahun ini INAF berharap bisa meluncurkan setidaknya 12 jenis obat baru.

Selama ini, penerbitan obat-obat baru mampu memberikan kontribusi yang baik pada kinerja perseroan ini. Per September 2011, total penjualan INAF baru mencapai Rp 695,14 miliar. "Target kami tahun ini Rp 1,6 triliun, ini akan kami kejar di kuartal keempat," papar John.

Perusahaan farmasi ini berharap obat-obat baru yang dirilis menjelang akhir tahun bisa membantu emiten ini mencapai target penjualan. Tahun ini, INAF baru mengeluarkan enam obat baru. Empat di antaranya merupakan obat generik berlogo (OGB), dan sisanya adalah obat bermerek (branded).

Penjualan INAF selama sembilan bulan pertama 2011 ini meningkat sekitar 39% dibandingkan tahun lalu. Selama sembilan bulan pertama 2010, penjualan INAF mencapai Rp 498,92 miliar.

Penjualan di domestik berkontribusi terbesar pada pendapatan perseroan ini. Nilainya mencapai Rp 687,05 miliar, setara 99% penjualan di periode Januari-September. "Kontribusi obat generik reguler terhadap penjualan 34%, OGB 19%, dan alat kesehatan 18%," terang John.

Laba bersih INAF pun melonjak signifikan. Di September 2010, perusahaan farmasi ini masih merugi bersih Rp 31,85 miliar. Tahun ini, INAF sudah mencetak laba bersih Rp 20,7 miliar. John optimistis bisa tetap mencetak laba hingga akhir tahun.

Pada penutupan perdagangan kemarin, saham INAF ditutup di harga Rp 121 per saham. Volume transaksi saham ini mencapai 11,37 juta lot.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×