kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45988,75   -13,63   -1.36%
  • EMAS948.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.32%

Kebutuhan data terus meningkat, kinerja Indosat (ISAT) makin moncer


Rabu, 02 September 2020 / 18:47 WIB
Kebutuhan data terus meningkat, kinerja Indosat (ISAT) makin moncer
ILUSTRASI. Indosat (ISAT) merupakan emiten telko yang punya efisiensi biaya tertinggi dibandingkan emiten telko lain.


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah berhasil meningkatkan kinerja pada kuartal II-2020, PT Indosat Tbk (ISAT) diperkirakan akan melanjutkan tren positif tersebut ke depan.

Analis Reliance Sekuritas Anissa Septiwijaya menilai kinerja ISAT di paruh kedua masih akan positif didukung. Salah satunya karena kebutuhan akan data seluler yang masih tinggi, terutama dengan masih berlangsungnya pandemi yang menyebabkan segala aktivitas dilakukan dengan aplikasi online.

“ISAT juga akan melanjutkan agresivitasnya dalam melakukan ekspansi bisnis yang akan membuat revenue perusahaan meningkat. Ditambah lagi, jumlah pelanggan ISAT pada semester I-2020 kemarin sebanyak 57,2 juta pelanggan, lebih unggul dibandingkan dengan EXCL yang hanya 55,67 juta pelanggan,” kata Annisa kepada Kontan.co.id, Rabu (2/9).

Baca Juga: Fokus menggarap 4G, Indosat (ISAT) berhasil perbaiki kinerja pada kuartal II-2020

Sementara analis Mirae Asset Sekuritas Lee Young Jun menilai saat ini ISAT memiliki kondisi fundamental yang baik. Lee menyebut ISAT merupakan emiten telko yang punya efisiensi biaya tertinggi dibandingkan emiten telko lain. ISAT juga memiliki putaran capex yang besar dalam tiga tahun terakhir dan akan menunjukkan nilainya. 

Lee pun memperkirakan ketika sudah masuk fase monetisasi data, ISAT akan menjadi emiten telko yang paling diuntungkan dengan kondisi tersebut. Hanya saja, Lee mengatakan secara prospek, sisa tahun ini akan menjadi tahun yang cukup menantang buat ISAT.

“Dari segi trafik data memang potensial, namun dengan adanya pandemi virus corona, justru kurang menguntungkan ISAT. Hal ini karena banyak kelompok low income yang terdampak pandemi dan kelompok inilah yang mayoritas menjadi pelanggan ISAT,” kata Lee.

Baca Juga: Subsidi kuota gratis internet jadi katalis positif untuk emiten telekomunikasi

Namun, Lee juga menggarisbawahi bahwa ISAT sejauh ini sudah maksimal dalam memanfaatkan capital expenditure (capex). Lee menilai saat ini ISAT berada di peringkat tiga pada pangsa telko. Dengan capex yang besar, ISAT secara perlahan sukses mendekati EXCL. 

“Ke depan kami melihat ISAT masih akan menjaga level capex saat ini. Hal ini sejalan dengan ISAT yang fokus menyasar kelompok menengah ke bawah yang perlu trafik data sangat besar,” tambah Lee. 

Di luar katalis positif yang mendukung kinerja ISAT, Anissa menyebut salah satu tantangan yang berpotensi jadi sentimen negatif adalah semakin ketatnya kompetisi di industri telekomunikasi. Anissa memproyeksikan tahun ini ISAT akan membukukan pendapatan hingga Rp 27,91 triliun dan masih membukukan kerugian sebesar Rp 1,02 triliun. 

Baca Juga: Ini upaya Indosat Ooredoo dalam mendukung pembelajaran jarak jauh

Anissa masih merekomendasikan untuk beli saham ISAT dengan harga Rp 3.090 per saham dengan pertimbangan komitmen perbaikan kinerja yang dilakukan ISAT. Sementara Lee merekomendasikan beli dengan harga Rp 3.050 per saham. Rabu (2/9), harga saham ISAT naik 1,30% ke Rp 2.330 per saham.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Certified Supply Chain Analyst (CSCA) Batch 7 Financial Modeling Fundamental

[X]
×